Tampilkan postingan dengan label Tali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tali. Tampilkan semua postingan

WIRE ROPE VS TALI - www.asmarines.com

Yo yo yo whats app my brada and sista.. Gimana nih kabar kalian semua?? tetep asik terus lah ya.. Asal jangan kaya gw yang sok asik ini.. Hhohoho.  Oke jadi kali ini gw mau bahas tentang kekuatan wire rope vs tali yang perlu kalian ketahui.

Tali yang kami maksud disini adalah tali sintetis ya seperti contonya tali PP, tali nilon dan beberapa jenis tali kapal lainnya yang sifatnya hampir sama seperti wire rope. Jadi kami disini sengaja ga bandingin wire rope dengan tali yang ecek-ecek tapi emang tali yang setara dengan wire rope itu sendiri.

Dan perlu kalian ketahui bersama, disini kami akan membahas kekuatan wire rope vs tali ini dari beberapa sudut pandang ya guys. Masing-masing sudut pandang tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan yang dimiliki masing-masing benda ini ( wire rope & tali ).



WIRE ROPE VS TALI

Oke jadi untuk perbedaan kekuatan wire rope vs tali ini akan kami coba bahas dari beberapa sisi atau sudut pandang yaitu diantaranya adalah sebagai berikut :
  1. Nilai breaking load
  2. Ketahanan
  3. Berat
  4. Inspeksi
  5. Flexibilitas

Nah jadi ada 5 hal yang akan kami fokuskan disini untuk membahas tentang perbedaan kekuatan dari kedua benda atau jenis alat angkat ini ya. Kita mulai dari nilai breaking load.



BREAKING LOAD

Jika kita lihat dari nilai breaking load maka kita akan bandingkan dari ukuran yang sama ya. Okee jadi karena wire rope terbuat dari kawat baja dan sedangkan tali itu terbuat dari serat sintetis maka jika dibandingkan dengan ukuran yang sama, maka wire rope memiliki nilai breaking load yang lebih besar tentunya.

Kenapa demikian?? karena kita semua tau ya, sifat logam itu sendiri lebih keras dan kuat kaya punyaku jika dibandingkan dengan tali sintetis itu sendiri. Jadi jika kalian membandingkan kekuatan wire rope vs tali dari sisi nilai breaking loadnya di ukuran yang sama maka wire rope lebih unggul


KETAHANAN

Sudut pandang kedua yang akan kita bahas disini adalah ketahanannya. Untuk ketahanan ini kami bagi lagi menjadi 2 kategori ya guys, yaitu diantaranya :
  • Ketahanan terhadap cuaca
  • Ketahanan terhadap gesekan
  • Ketahanan terhadap lingkungan

Yang pertama yaitu dari segi cuaca ya. Karena cuaca itu terdiri dari panas, dingin dan juga hujan maka jika kita lihat dari sifat logam itu sendiri yang tidak menyerap air dan juga tidak terpengaruh dengan panas. Maka jika dilihat dari sisi cuaca, wire rope lebih unggul karena nilai breaking loadnya dan kekuatannya tidak akan berpengaruh dari cuaca.

Beda halnya dengan tali yang sebagian sifatnya menyerap air. Dan saat menyerap air, maka nilai breaking load dari tali tersebut akan berkurang. Dan saat terkena panas juga, karena terbuat dari serat sintetis maka tali dapat meleleh dan akhirnya masing-masing helai seratnya akan putus satu persatu.

Yang kedua yaitu ketahanan terhadap gesekan. Dalam hal ini tentunya sudah jelas menang wire rope ya. Karena yang namanya tali kalo kena gesek berkali-kali maka lama kelamaan akan terputus satu persatunya setiap helai talinya.

Sedangkan untuk yang ketiga yaitu faktor lingkungan. Lingkungan disini yang kami maksud yaitu daerah dan juga udara. Seperti kita tau, wire rope terbuat dari logam dan logam sendiri memiliki musuh utama yang disebut dengan karat.

Jadi jika dilihat dari sisi ini, tentunya tali lebih unggul ya karena tali tidak akan dapat berkarat. Sedangkan wire rope dapat berkarat pada lingkungan yang bergaram seperti dipinggir pantai. Dan tentunya setelah ada pengaratan maka kekuatan wire rope tersebut otomatis akan berkurang juga.


BERAT

Dan jika kita nilai dari sisi berat atau bobotnya. Nah ini udah jelas lah ya. Yang namanya besi baja udah pasti lebih berat dah dibanding serat sintetis.


INSPEKSI

Oke sekarang kita lihat dari sisi inspeksi ya. Jika terjadi karat, wire rope akan sulit untuk diinspeksi guys. Apalagi karatnya ada dibagian dalam wire rope yang tentunya tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang.

Beda halnya dengan tali yang tidak bisa berkarat. Tali sendiri hanya akan rusak dari luar, sehingga lebih mudah untuk diinspeksi jika sudah banyak helai yang putus atau rusak.


FLEXIBILITAS

Yang terakhir kita lihat dari sisi flexibilitasnya ya guys. Karena wire rope itu sifatnya keras dan tidak lentur. Maka dari sisi flexibiltas, wire rope akan lebih susah untuk ditekuk atau digulung tanpa menggunakan alat khusus.

Dan untuk ditekuk sendiri, wire rope juga rawan terhadap kink atau tertekuk. Karena jika kita tekuk kawat maka akan sulit untuk meluruskannya lagi dan bahkan bisa patah.

Beda dengan tali yang lebih flexibel untuk kita tekuk dan gulung dengan tangan kosong. Jadi untuk sisi flexibilitasnya tali lebih flexible jika dibandingkan dengan wire rope guys.


Naahh sekarang kalian udah tau ya masing-masing kelebihan dan kekurangannya. Sekarang pilihan terserah pada kalian nih. Kalian lebih cocok dengan wire rope atau tali untuk aplikasi kalian di Lapangan. Karena tentunya yang tau medan dan juga situasi disana ya kalian sendiri.

Untuk itu bijaklah dalam memilih kedua jenis alat angkat dan tarik ini. jangan sampai kalian salah dalam memilih salah satunya.

Oke jadi cukup disini ya artikel dari kami. Semoga artikel ini dapat bermanfaat buat kalian semua. See you guys..!!

FUNGSI TALI TAMBANG TALI PP - www.asmarines.com

FUNGSI TALI TAMBANG TALI PP

Setelah kami menjelaskan fungsi dari tali tambang manila dan juga tali tambang nilon, maka pada artikel kami kali ini kami akan coba untuk membahas tentang fungsi tali tambang tali PP yang saat ini banyak sekali digunakan oleh para user yang bekerja di industri-industri berat maupun industri ringan.

Tali PP banyak dipilih orang-orang karena daya tarik atau nilai breaking loadnya yang tinggi dan yang paling terpenting adalah harganya yang terjangkau. Tapi sebelum kami menjelaskan tentang fungsi tali tambang tali PP ini, kami akan memberi informasi sedikit mengenai jenis dari tali tambang tali PP ini. Ada dua jenis tali PP yaitu :
  • Tali tambang tali PP Monofilament
  • Tali tambang tali PP Multifilament
Agar anda dapat membedakannya, tali tambang PP mono memiliki ciri khas atau karakteristik sebagai berikut :
  • Warna putih strip biru
  • Permukaan kasar
  • Mengambang di air.
  • Tidak tahan terhadap bahan kimia
  • Tidak tahan terhadap paparan sinar matahari langsung
  • Daya gesek kurang baik
Sedangkan untuk tali tambang PP multi memiliki ciri khas atau karakteristik sebagai berikut :
  • Warna putih polos
  • Permukaan lebih halus dari tali PP mono
  • Sedikit tenggelam di air
  • lebih tahan terhadap gesekan
  • Tidak tahan terhadap bahan kimia
  • Tidak tahan terhadap paparan sinar matahari langsung
Poin-poin diatas adalah masing-masing penjelasan tentang perbedaan dari kedua jenis tali tambang tali PP tersebut. Jadi jangan sampai anda salah dalam melihat fisik dari kedua jenis tali tambang tali PP ini. Karena beda jenis apakah berbeda pula fungsinya di Lapangan??. Sedangkan untuk fungsi dari masing-masing jenis tali tambang tali PP diatas yaitu diantaranya :

FUNGSI TALI TAMBANG TALI PP MONO

Pada aplikasinya di lapangan, tali tambang PP mono dan PP multi tentunya memiliki perbedaan. Untuk itu kami akan coba menjelaskan tentang fungsi dari kedua jenis tali PP tersebut. Pertama-tama kami akan coba untuk menjelaskan fungsi tali tambang tali PP mono. Untuk fungsinya sendiri di lapangan, tali tambang tali PP mono ini memiliki fungsi :
  • Lashing
  • Mooring
  • Towing

FUNGSI TALI TAMBANG TALI PP MULTI

Pada aplikasinya, tali tambang tali pp multi memiliki fungsi yang lain dengan tali tambang tali PP mono. Beberapa fungsi dari tali tambang tali pp multi ini diantaranya :
  • Lashing
  • Mooring
  • Towing
Wow ternyata fungsinya juga sama saja. Tetapi apa yang membuat perbedaaan dari kedua jenis tali tambang tali PP ini ya?
Jawabannya adalah dari segi ketahanan, karena tali tambang PP multi lebih tahan terhadap gesekan, sehingga tali tambang tali PP multi lebih unggul dalam hal ketahanannya jika dibandingkan dengan tali PP mono.

Jika anda ingin mengetahui artikel tentang tali PP multi dan tali PP mono secara lengkap, silahkan kunjungi artikel website resmi kami pada sumber artikel dibawah ini :

Sumber artikel :

GRADE TALI MANILA - www.asmarines.com

GRADE TALI MANILA

Perlu kita ketahui bersama, bahwa sebuah barang pasti memiliki yang namanya perbedaan kualitas atau dapat juga kita sebut dengan grade. Dan perbedaan kualitas atau grade tersebut biasanya dapat anda lihat atau dapat anda bedakan melalui harga dan juga fisiknya.

Fisiknya terlihat kokoh, keras maupun kuat biasanya menunjukkan bahwa barang tersebut memiliki kualitas yang bagus. Jika anda ingin lebih detail mengetahui kualitas atau grade dari barang tersebut tentunya anda akan melihat pada bagian spesifikasi dari barang tersebut, sehingga anda dapat membedakan mana barang yang bagus dan mana barang yang kurang bagus.

Hal ini juga berlaku pada saat anda memilih tali manila saat anda ingin membelinya. Tali manila juga dapat anda bedakan kualitasnya atau grade tali manila tersebut. Caranya juga sama yaitu dengan melihat bentuk fisiknya dan juga spesifikasinya. Apa saja yang perlu anda ketahui dalam melihat bentuk fisik dari tali manila yang bagus?? jawabannya adalah pada pon-poin berikut ini :
  • Padat dan serabut yang keluar tidak banyak
  • Lebih keras, yang berarti bahan yang dibuat adalah bahan berkualitas dan tidak sedikit serat.
  • Berwarna coklat lebih tua tidak terlalu berwarna coklat muda.
Poin-poin tersebut adalah cara yang dapat anda lakukan untuk melihat fisik dari tali manila yang ingin anda beli. Tetapi jika anda ingin lebih pasti, anda juga bisa dapat melihat spesifikasi dari tali manila tersebut seperti yang sudah kami jelaskan pada poin mengecek spesifikasi diatas. Beberapa spesifikasi grade tali manila dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu diantaranya :
  1. Grade I : Masing-masing dari tiga untainya terdapat benang hitam.
  2. Grade II : Pada dua untainya terdapat benang hitam,
  3. Grade II : Pada satu untainya terdapat benang hitam.
Dan bukan hanya itu, anda juga dapat melihat spesifikasi breaking loadnya, yaitu dapat anda lihat pada poin-poin dibawah ini :
  • Grade I : untuk tali ukuran 3", harus memiliki breaking load 4.5 ton
  • Grade II : untuk tali ukuran 3", harus memiliki breaking load 4 ton
  • Grade III : untuk tali ukutan 3", harus memiliki breaking load 3.5 ton
Jadi jika anda melihat tali manila dengan spesifikasi dibawah dari apa yang sudah kami sebutkan diatas, maka dapat dipastikan tali manila tersebut memiliki kualitas atau grade tali manila yang tidak bagus. Dan jika anda ingin membeli sesuai dengan grade kebutuhan anda, maka kami sarankan untuk melihat grade breaking load yang sudah kami sebutkan diatas.

Jika anda ingin mengetahui lebih dalam tentang tali manila dan kualitasnya, silahkan kunjungi artikel website resmi kami yang lebih lengkap pada sumber artikel dibawah ini.

Sumber artikel :

FUNGSI TALI TAMBANG NILON - www.asmarines.com

FUNGSI TALI TAMBANG NILON

Nilon adalah nama dari serat buatan manusia yang di claim sebagai serat paling kuat yang pernah dibuat manusia. Mungkin kebanyakan orang mengerti tali nilon adalah sebagai salah satu bahan untuk membuat pakaian, tas, jaket dan lain-lain yang berhubungan dengan industri Garmen.

Padahal fungsi dari tali tambang nilon bukan hanyalah digunakan pada industri garmen yang seperti kita ketahui bersama. Sedangkan perlu anda ketahui, tali tambang nilon ini memiliki karakteristik khusus sehingga banyak digunakan orang di berbagai industri. Beberapa karakteristik Tali Tambang Nilon ini diantaranya dapat merenggang 10% dari panjangnya. Karakteristik lainnya yaitu Tali Tambang Nilon mempunyai sifat licin, enteng dan tahan terhadap gesekan. Juga tahan terhadap air laut namun tidak tahan terhadap asam-asam kimia semacam acid dan alkali. Karena licinnya maka bila membuat mata dari Tali Tambang Nilon diperlukan kemampuan khusus untuk menganyamnya masuk dalam untai-untainya paling sedikit 4x bahkan lebih baik 6x. Beberapa karakteristik tali tambang nilon lainnya secara lengkap dapat anda lihat pada artikel kami disini>>

Sedangkan untuk fungsi dari tali tambang nilon ini sendiri terbagi kedalam beberapa industri yaitu diantaranya :

  1. Garmen
  2. Perkapalan
  3. Konstruksi
  4. Oil and Gas
Sedangkan untuk fungsi selain pada industri garmen yang berkaitan dengan kegunaannya sendiri, tali tambang nilon ini khusus digunakan untuk aplikasi berat yaitu :
  • Lifting
  • Towing
  • Mooring
fungsi tali tambang nilon


Pada Industri Berat, tali tambang nilon dimanfaatkan kekuatannya untuk menarik ataupun mengangkat barang yang berbobot berat. Sedangkan pada Industri Garmen seperti yang sudah kami jelaskan diawal adalah sebagai bahan untuk pembuatan pakaian, tas, jaket, dll.

Jika anda ingin mengetahui artikel kami lebih lengkap silahkan kunjungi sumber artikel di website resmi kami dibawah ini :

Sumber artikel :

FUNGSI TALI TAMBANG MANILA - www.asmarines.com

FUNGSI TALI TAMBANG MANILA

Tali tambang manila adalah tali berwarna coklat yang terbuat dari serat alami yaitu serat pohon abaca. Kebanyakan orang mengetahui tali tambang manila ini dengan menyebut namanya tali tambang saja, karena persepsi masyarat Indonesia pada umumnya, tali tambang manila ini disebut dengan tali tambang. Kenapa bisa demikian?? hal ini mungkin bisa disebabkan oleh adanya lomba 17 Agustusan yaitu lomba tarik tambang. Jadi kebanyakan orang menyebut tali tambang manila ini dengan sebutan tali tambang.

Padahal nyatanya jenis tali tambang itu bukan hanya tali tambang manila ini saja. Ada jenis tali tambang tali PP, tali Nilon, Tali PE dan lain sebagainya. Karena banyaknya persepsi orang-orang yang salah tentang tali tambang manila ini, jadi kami coba untuk menjelaskan fungsi dari tali tambang manila ini secara lengkap, sehingga orang-orang dapat menggunakan tali tambang manila ini sesuai dengan fungsi dari tali tambang manila ini sendiri.

Dan bukan hanya digunakan pada satu aplikasi saja, dengan artikel ini kami harapkan semakin banyak orang menggunakan tali tambang manila sesuai fungsinya, bukan hanya pada satu aplikasi saja. Tali tambang manila banyak digunakan pada beberapa aplikasi-aplikasi tertentu, sehingga tidak semua aplikasi menggunakan tali tambang manila ini sebagai alat bantunya. Beberapa fungsi dari tali tambang manila ini yaitu digunakan pada aplikasi :
  1. Industri Perkapalan
  2. Logging
  3. Perikanan
  4. Kargo
  5. Kebutuhan rumah tangga dan perlombaan
fungsi tali tambang manila


Dari kelima Industri tersebut, tali tambang manila kebanyakan digunakan untuk aplikasi ringan saja yaitu seperti :
  • Lashing
  • Alat tambahan pembuat tangga
  • Jala-jala
Tali tambang manila tidak cocok digunakan untuk aplikasi berat seperti Lifting dan towing karena memang nilai breaking load dari tali tambang manila ini sendiri juga sangat kecil. Sehingga demi keamanan anda bersama, kami sangat tidak menyarankan penggunaan tali tambang manila pada aplikasi berat.

Jika anda ingin mengetahui fungsi dari tali tambang manila lebih detail dan lengkap, silahkan kunjungi artikel website resmi kami di sumber artikel dibawah ini :

Sumber artikel :

TALI IKAT - www.asmarines.com

TALI IKAT

Tali ikat adalah tali yang digunakan untuk kebutuhan mengikat barang. Biasanya tali ikat cenderung kearah penggunaan pada aplikasi cargo atau ekspedisi. Kenapa demikian? tentunya karena memang aplikasi cargo dan ekspedisi sangat membutuhkan alat ikat yang dapat mengikat barang agar barang tersebut terjaga kualitasnya saat diantar ke tujuannya.

Tali ikat mungkin tidak memiliki nilai breaking load yang besar, tetapi tali ikat memiki karakteristik khusus yang tidak ditemukan pada jenis tali angkat atau tali tarik yang karakteristik tersebut diantaranya adalah :
  1. Harga Murah
  2. Tidak memiliki nilai breaking load
  3. Ukuran lebih kecil / tipis
  4. Lentur / Tidak Kaku
  5. Tidak berat
Dari beberapa karakteristik tersebut tentunya hampir kebanyakan orang dapat membelinya, baik dari segi harga, ukuran dan berat. Jadi pembeli tidak memikirkan ongkos kirim yang besar dan lain-lain. Untuk tali ikat ini banyak sekali digunakan orang-orang baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun perusahaan.

Untuk beberapa jenis tali ikat yang ada saat ini diantaranya adalah :
  • Tali HDPE / Tali Tampar
  • Tali PP Mono
  • Tali Manila
Ketiga jenis tali tersebut adalah jenis dari tali ikat yang dibandrol dengan harga murah dan juga memiliki berat yang ringan. Tetapi khusus tali manila dan tali PP, jika anda memesannya dengan ukuran yang agak besar maka beratnya pun perlu anda pertimbangkan. Walaupun begitu, kami rasa kebutuhan akan tali ikat tidaklah membutuhkan ukuran tali yang besar, melainkan hanya membutuhkan tali yang lentur dan juga ringan.

Sumber artikel : 

TALI ANGKAT - www.asmarines.com

TALI ANGKAT

Artikel kami kali ini ingin menekan jenis tali apa yang cocok untuk kebutuhan tali angkat. Karena tentunya tali angkat memiliki resiko penggunaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tali untuk aplikasi lashing, towing dan dekorasi. Kenapa bisa dibilang lebih beresiko terhadap penggunaannya??
Jawabannya adalah karena memang karena digunakan untuk mengangkat barang, tentunya beban yang diangkat tali tersebut dapat membahayakan orang-orang disekitarnya jika tali angkat yang digunakan tidak dapat menahan bebannya.

Untuk itu kami rasa artikel ini sangat penting untuk membantu user mengetahui tali apa saja yang cocok digunakan sebagai tali angkat. Sehingga nantinya dapat mengurangi resiko kecelakaan kerja khususnya pada aplikasi angkat ini.

Tetapi sebelum kami menjelaskan tentang jenis-jenis tali angkat, ada baiknya kami jelaskan terlebih dahulu hal-hal yang harus anda hindari dalam menggunakan tali anda untuk aplikasi angkat anda, agar nantinya anda tidak melakukan kesalahan dalam menggunakan tali angkat untuk kebutuhan anda di Lapangan. Beberapa hal yang harus anda hindari pada aplikasi angkat menggunakan tali angkat yaitu diantaranya :
  • Hindari penggunaan tali yang sudah tertekuk atau kink.
  • Hindari penggunaan tali yang seratnya sudah banyak yang putus.
  • Hindari gesekan langsung antara beban angkat dan juga tali, gunakan rope protector untuk menjaga kualitas dari tali angkat anda.
  • Hindari penggunaan tali angkat yang digunakan mengangkat dengan sudut lebih dari 90 derajat.
  • Hindari penggunaan tali abal-abal tanpa disertai sertifikat penunjangnya.
Nah jika anda sudah tau beberapa hal yang harus anda perhatikan atau anda hindari dalam penggunaan tali angkat, tentunya anda sudah dapat mengaplikasikannya di Lapangan. Tetapi kami ingin menambah pengetahuan sedikit tentang jenis tali angkat yang cocok untuk penggunaan lifting application. Beberapa jenis tali angkat tersebut diantaranya adalah :
  1. Tali PP
  2. Tali Nilon
  3. Tali Polyester
  4. Tali UHMWPE
Sumber artikel :

CARA MEMILIH TALI TAMBANG YANG BENAR- www.asmarines.com

CARA MEMILIH TALI TAMBANG YANG BENAR

Karena banyak tipe tali tambang, kami rasa tentunya perlu ada artikel yang dapat mengarahkan pembeli atau user sebelum membeli tali tambang yang sesuai dengan kebutuhan mereka di Lapangan. Karena kita tau sendiri, banyak tipe tali tambang tersebut juga memiliki banyak karakteristik dan kekuatan yang beragam pula. Dengan adanya artikel ini, kami ingin agar para user dapat mengetahu secara pasti mana tali tambang yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka di Lapangan.

Dengan taunya mereka terhadap kebutuhan mereka, artinya tidak akan terjadi salah beli barang dan juga salah spesifikasi tali untuk kebutuhan mereka di lapangan. Tetapi sebelum kami menjelaskan tentang cara memilih tali tambang yang benar, ada baiknya kami ingatkan lagi apa saja jenis tali tambang tersebut. Beberapa jenis tali tambang yang ada saat ini diantaranya adalah :
  1. Tali HDPE / Tali PE
  2. Tali PP / Polypropylene
  3. Tali Manila
  4. Tali Polyester
  5. Tali Nilon

TALI TAMBANG HDPE

Tali tambang HDPE adalah tali tambang yang dibuat dari serat buatan yang disebut dengan serat Polyethylene. Tali tambang jenis ini banyak sekali kita temui dimana saja, karena memang penggunaan dari tali tambang ini adalah penggunaan terhadap kebutuhan sehari-hari. Tali tambang HDPE banyak digunakan pada aplikasi :
  • Rumah Tangga : Jemuran, Alat ikat, Tali Bendera, Kerajinan Tangan , dan aplikasi ringan yang lain.
  • Perikanan : Rumpon, Jala-jala
  • Perdagangan : Tenda
Untuk harga tali tambang HDPE ini tergolong murah karena memang kegunaannya sendiri yang ringan dan banyak digunakan pada kehidupan sehari-hari.

TALI TAMBANG PP / POLYPROPYLENE

Tali Tambang PP atau Polypropylene adalah tali tambang yang dibuat dari serat buatan yang bernama polypropylene. Serat ini memiliki bahan dasar dari minyak bumi, sehingga membuatnya kuat dan tahan terhadap air. Untuk penggunaannya sendiri, tali tambang PP atau polypropylene ini banyak digunakan untuk aplikasi :
  • Perkapalan : Mooring, Towing
  • Perikanan : Jala-jala
  • Perkebunan : Logging
Untuk harga tali tambang pp ini juga tergolong cukup murah, sehingga tali ini memang banyak dicari dan digunakan oleh orang-orang khususnya di bidang Perkapalan.

TALI TAMBANG MANILA

Tali tambang manila adalah tali tambang yang berasal dari serat alami dari pohon abaca sejenis pisang-pisangan yang banyak dibudidayakan di Negara Filiphina. Sedangkan untuk penggunaannya sendiri, tali tambang manila ini banyak digunakan untuk aplikasi :
  • Perkapalan : Tangga Kapal
  • Konstruksi : Jembatan Gantung
  • Perlombaan : Tarik Tambang, Wahana Permainan dengan tali
  • Rumah tangga : Dekorasi, Kerajinan tangan
Untuk harga dari tali tambang manila ini juga masih tergolong terjangkau, sehingga masih digunakan pada kebutuhan rumah tangga.

TALI TAMBANG POLYESTER

Tali tambang polyester adalah tali tambang yang berasal dari serat buatan yang dinamai serat polyester. Tali tambang polyester ini memiliki beberapa kelebihan, yaitu sangat fleksibel, tahan panas, kuat, tahan sinar matahari, dan tahan terhadap gesekan. Karena kelebihannya tersebut, tali tambang polyester juga dikenal sebagai salah satu tali tambang dengan harga yang mahal, maka penggunaannya juga lebih terbatas. Untuk penggunaannya sendiri karena sangat jarang, maka tali ini hanya dapat ditemukan di beberapa aplikasi :

  • Perkapalan

TALI TAMBANG NILON

Tali tambang yang terakhir yaitu tali tambang nilon yang juga terbuat dari serat buatan manusia yang dinamakan serat nilon. Serat ini adalah serat yang sangat kuat dan juga fleksibel sehingga memiliki harga yang mahal. Tali tambang nilon ini memiliki kelebihan sebagai salah satu serat terkuat dengan daya tahan terhadap matahari yang paling baik, dan tahan gesekan, fleksibel, namun memiliki kelemahan dalam berat. Tali tambang nilon termasuk tali tambang terberat dan termahal, itulah sebabnya pemakaiannya pun hanya pada bidang tertentu seperti diantaranya :

  • Perkapalan
Dengan mengetahui fungsi aplikasi dari tiap-tiap jenis tali tambang diatas, tentunya kami berharap agar anda sudah dapat menentukan tali tambang apa yang paling cocok untuk kebutuhan anda di Lapangan.

Sumber artikel :

TALI KAPAL BERKUALITAS - www.asmarines.com

TALI KAPAL BERKUALITAS

Kali ini kami akan membahas sedikit tentang tali kapal yang berkualitas, dengan harapan agar anda nantinya tidak salah dalam membeli tali kapal. Karena memang saat ini banyak sekali diluaran sana tali-tali kapal yang dijual dengan merk yang abal-abal dan bahkan sama sekali tidak kita tau, sehingga kualitasnya sendiri belum kita ketahui secara pasti. Tentunya sebuah barang dengan merk abal-abal ( palsu ) ataupun tidak bermerk, kebanyakan memiliki kualitas yang jelek. Jadi dalam hal ini kami anggap tali kapal dengan merk abal-abal dan tidak bermerk juga tidak berkualitas baik, yang tentunya akan dapat merugikan pihak pembeli dan user di Lapangan.

Yang paling riskan untuk penggunaan tali kapal yang tidak berkualitas adalah dari sisi user di Lapangan. Tentunya tali yang digunakan untuk alat berat, tetapi tali tersebut tidak berkualitas akan dapat membahayakan orang-orang dan para pekerja disekitarnya, bahkan bisa menyebabkan kematian. Karena kita tau sendiri banyak sekali saat ini insiden-insiden yang menyebabkan jatuhnya beban karena salah satu faktornya adalah tidak berkualitasnya alat-alat yang menunjang pekerjaan tersebut.

Jadi kami ulang lagi, dengan adanya artikel ini harapan kami yaitu agar tidak ada user atau pembeli yang salah dalam membeli tali kapal yang tidak berkualitas, sehingga tidak ada kerugian yang didapat baik dari pihak pembeli ataupun end user.

Beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam memilih tali yang berkualitas yaitu diantaranya adalah :
  • Merk - artinya merk yang sudah banyak dikenal dunia tentunya memiliki kualitas yang berbeda dengan merk abal-abal. Jika anda baru bermain di bidang pertalian, tentunya untuk mengetahui merk yang bagus anda dapat mencarinya di google atau anda ikut dalam forum di sosial media untuk mengetahui info-info terbaru mengenai merk tali kapal berkualitas.
  • Sertifikat - artinya merk yang bagus dan dikenal banyak dunia tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya sertifikat yang mendukung keaslian dan kualitas dari tali kapal tersebut. Jadi tali kapal yang berkualitas harus memiliki sertifikat pendukung yang menyertai tali tersebut saat anda beli. Usahakan anda mendapat sertifikat asli, sehingga tidak diragukan lagi keaslian dari barang yang anda beli.
  • Kondisi Baru - pastikan tali yang anda beli dalam kondisi baru, sehingga anda tidak mendapatkan tali bekas yang artinya hal tersebut adalah penipuan.
  • Tidak Cacat - pastikan tali yang anda beli tidak cacat atau tidak dalam keadaan rusak, karena biasanya saat loading dock terkadang ada beberapa tali yang rusak akibat tidak hati-hatinya orang-orang yang mengeluarkan tali dari kontainer.
  • Uji Tarik - Jika anda ingin lebih yakin, lakukanlah uji tarik pada tali yang anda beli untuk mengetahui pasti apakah nilai breaking loadnya sesuai dengan yang tertera pada sertifikatnya atau tidak. Tetapi hal ini tentunya sudah sama dengan membeli, karena barang yang anda tes tentunya harus anda beli terlebih dahulu. Jadi jika anda mendapati barang yang anda beli memiliki nilai breaking load yang tidak sesuai dengan sertifikatnya, tentunya anda tidak dapat mengembalikan barang tersebut pada penjualnya. Tetapi saran kami adalah tetap menggunakan tali tersebut dengan penggunaan terhadap beban yang sesuai dengan nilai breaking load setelah diuji tarik tadi.
  • Berat Sesuai - Jika anda membeli tali kapal yang berkualitas, maka dapat kami pastikan berat tali yang tertera pada sertifikat sesuai dengan berat realnya.
Beberapa faktor tersebut adalah inti dalam menentukan tali kapal yang berkualitas atau tidak. Jadi pastikan cek terlebih dahulu tali kapal yang ingin anda beli sebelum anda bertransaksi. Penjual resmi biasanya memiliki gudang yang dapat dikunjungi pembeli setiap saat. Jadi jika penjual tersebut adalah penjual atau distributor resmi tentunya anda dapat langsung mengecek keaslian barang atau tali yang anda beli langsung ke lokasi gudangnya, agar anda dapat lebih yakin dalam membeli barang tersebut.

Sumber artikel :


TALI KEPANG - www.asmarines.com

TALI KEPANG

Tali kepang adalah tali yang dirangkai dari kepangan yang artinya dipilin menjadi satu kesatuan, seperti halnya anda mengepang rambut anak anda dirumah. Dalam sebutan internasional, tali kepang biasa disebut orang barat dengan sebutan braided rope yang artinya juga sama yaitu tali yang dikepang.

Tali kepang terbuat dari bahan serat sintetis dan juga serat alami. Biasanya bahan pembuat tali kepang dari serat sintetis bervariasi, karena memang serat sintetis banyak ditemukan oleh para ilmuwan yang berbeda-beda, sehingga setiap temuan menghasilkan serat sintetis yang berbeda pula. Beberapa serat sintetis yang digunakan untuk membuat tali kepang diantaranya adalah :
  • Polypropylene
  • Polyethylene
  • Nilon
  • Polyester
Sedangkan tali kepang dari bahan serat alami biasanya dibuat dari bahan serat abaca yang berasal dari pohon sejenis pisang yang dibudidayakan di negara Filipina. Hal ini yang membuat tali kepang dari serat alami ini sering disebut dengan sebutan Tali Manila, karena memang ibukota Filipina sendiri adalah Manila.

Tali kepang biasa digunakan pada berbagai aplikasi baik itu aplikasi yang berat maupun ringan. Biasanya tali kepang yang digunakan untuk aplikasi yang berat adalah tali kepang dari bahan serat sintetis, karena serat alami tidak kuat untuk menahan beban yang berat terlalu lama. Tetapi tidak semua serat sintetis juga sanggup untuk digunakan pada aplikasi berat. Beberapa contoh tali kepang yang digunakan untuk aplikasi berat yaitu :
  • Tali Polypropylene
  • Nilon
Sedangkan tali kepang yang digunakan untuk aplikasi yang ringan adalah tali dengan bahan selain diatas yaitu diantaranya :
  • Tali Polyethylene
  • Tali Manila
Beberapa aplikasi berat yang sering melibatkan tali kepang untuk kegiatannya diantaranya adalah :
  • Perkapalan
  • Onshore
  • Offshore
  • Heavylift
  • Oil & Gas
tali kepang


Sedangkan beberapa aplikasi ringan yang sering menggunakan tali kepang sebagai alat bantu pekerjaannya yaitu :
  • Lashing
  • Cargo
  • Logging
  • Fishing
Bagi anda yang membutuhkan tali kepang, tentunya harus dapat membedakan beberapa material dari tali kepang yang telah kami sebutkan diatas. Karena jika anda salah membeli tentunya anda akan mengalami kerugian. Dan yang paling bahaya adalah bisa terjadi kecelakaan kerja. Tentunya tidak ada yang mau terjadi kecelakaan kerja di lingkungan kerja kita, karena kita semua pasti menginginkan lingkungan kerja  yang aman dan nyaman.

Untuk anda yang membutuhkan informasi lebih, silahkan kunjungi artikel website kami yang resmi pada sumber artikel dibawah ini :

KARAKTERISTIK TALI IKAT - www.asmarines.com

KARAKTERISTIK TALI IKAT

Sebelum kami menjelaskan tentang karakteristik tali ikat, ada baiknya kami jelaskan dulu sedikit mengenai pengertian dan fungsi dari tali ikat itu sendiri. Tentunya agar anda lebih mengetahui lebih dalam mengenai tali ikat ini.

Tali ikat merupakan tali yang digunakan atau memiliki fungsi sebagai alat pengikat barang dan benda-benda lain seperti kendaraan, cargo, dll. Tali ikat dibuat dari bahan serat sintetis buatan manusia dan juga ada yang terbuat dari serat alami pohon abaca yang banyak dibudidaya di negara Filiphina yaitu di kota Manila.

Tentunya setiap barang yang diciptakan manusia memiliki karakteristik masing-masing yang tentunya hal tersebut mewakili keunggulan dari barang tersebut. Hal ini sama halnya dengan tali ikat itu sendiri, Tali ikat tentunya memiliki karakteristik yang tidak dimiliki oleh jenis tali lainnya untuk digunakan pada aplikasi ikat. Beberapa karakteristik yang dimiliki tali ikat diantaranya :
  1. Berukuran lebih kecil jika dibanding dengan Tali angkat dan tali Tarik.
  2. Lebih lentur.
  3. Tidak memiliki nilai breaking load.
  4. Lebih murah.
Dari beberapa karakteristik yang telah kami jelaskan, kami harap anda sudah dapat menilai dan membedakan tali yang hanya khusus digunakan untuk aplikasi ikat dan tali mana yang khusus digunakan untuk aplikasi angkat dan aplikasi tarik. Hal ini sangat penting anda ketahui karena jika anda salah menggunakan tali maka tentunya akan membahayakan para pekerja yang terlibat pada aplikasi tersebut.

Untuk mengetahui artikel lebih lengkapnya, silahkan kunjungi artikel website kami yang resmi pada link di bawah ini.

Sumber artikel :

PERBEDAAN TALI IKAT DAN TALI KEPANG - www.asmarines.com

PERBEDAAN TALI IKAT DAN TALI KEPANG

Pada artikel ini kami akan membahas tentang perbedaan tali ikat dan tali kepang agar anda dapat mengetahui perbedaannya dan tidak salah dalam membelinya. Tali ikat adalah tali yang digunakan untuk mengikat barang, kendaraan dan benda-benda lain yang perlu dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Sedangkan tali kepang adalah tali yang dibuat dengan cara dikepang yang sering disebut dengan braided rope.

perbedaan dari kedua jenis tali ini tentunya perlu kami jelaskan dengan detail agar anda tidak bingung dan tidak salah mengartikannya. Beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam membedakan tali ikat dan tali kepang ini diantaranya :
  • Fungsi
  • Karakteristik

PERBEDAAN FUNGSI TALI IKAT DAN TALI KEPANG

Penjelasan kami yang pertama adalah tali ikat. Tali ikat memiliki fungsi untuk mengikat barang baik itu berukuran besar ataupun kecil. Tali ikat tidak dapat digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang berat seperti untuk mengangkat maupun menarik barang. Walaupun dalam hal ini tali ikat terkadang digunakan untuk mengikat barang yang besar dan berat, tetapi dalam teorinya barang tersebut tidak bergerak atau bergerak sedikit, sehingga tidak terlalu membebani tali ikat ini sendiri. Selain itu tali ikat biasanya digunakan dengan quantity yang banyak, sehingga tidak membebani satu tali ikat saja, melainkan banyak tali ikat yang digunakan untuk mengikat satu barang yang berukuran besar dan berat.

PERBEDAAN FUNGSI TALI IKAT


Sedangkan fungsi dari tali kepang sendiri banyak digunakan untuk aplikasi yang lebih berat yaitu digunakan untuk mengangkat barang (lifting) dan juga digunakan untuk aplikasi menarik barang (towing). Hal ini tentunya membutuhkan tali yang dapat menahan beban sendiri, sehingga tentunya membutuhkan tali yang lebih kuat.

PERBEDAAN FUNGSI TALI KEPANG


Selanjutnya, bahasan kami yang kedua adalah perbedaan antara tali ikat dan tali kepang berdasarkan karakteristiknya. Sebelum anda menggunakan kedua jenis tali ini, tentunya anda harus terlebih dahulu mengetahui karakteristiknya. Untuk karakteristik pada kedua jenis tali ini dapat anda baca pada poin-poin dibawah ini ;

PERBEDAAN KARAKTERISTIK TALI IKAT

Karakteristik pada tali ikat :
  • Lebih lentur
  • Tidak memiliki nilai breaking load
  • berukuran lebih kecil
  • Terbuat dari serat sintetis dan serat alami

PERBEDAAN KARAKTERISTIK TALI KEPANG

Karakteristik pada tali kepang :
  • Ada jenis tali yang lentur dan ada yang kaku.
  • Memiliki nilai breaking load.
  • Ukurannya relatif lebih besar.
  • Terbuat dari serat sintetis

Untuk mengetahui artikel kami lebih lengkap silahkan kunjungi artikel website resmi kami dibawah ini :

YANG MEMPENGARUHI HARGA TALI SLING - www.asmarines.com

YANG MEMPENGARUHI HARGA TALI SLING

Jika anda membeli sesuatu baik itu makanan, minuman, peralatan maupun pakaian, pastilah ada sesuatu hal atau beberapa hal yang mempengaruhi harga dari objek yang anda beli tersebut. Mulai dari dari beberapa merk dagang yang memiliki harga berbeda-beda, material yang digunakan, faktor yang dihasilkan, dll. Hal ini juga dapat dikaitkan dengan harga tali sling. Ada beberapa hal yang mempengaruhi harga tali sling tersebut di pasaran Indonesia.

hal yang mempengaruhi harga tali sling


Beberapa hal yang mempengaruhi harga tali sling tersebut diantaranya :

  1. Asal Tali Sling
  2. Konstruksi Tali Sling
  3. Ukuran Tali Sling
  4. Core Tali Sling
  5. Finishing Tali Sling
  6. Quantity
Untuk faktor yang mempengaruhi harga tali sling yang pertama yaitu asal tali sling. Tentunya tali sling yang berasal dari eropa harganya akan lebih mahal jika dibandingkan dengan tali sling korea ataupun China. Hal ini dapat dipengaruhi oleh biaya import dari tali sling tersebut dan juga material-material dan teknologi negara Eropa yang lebih maju. Tetapi hal itu juga tidak terlalu mempengaruhi kualitas dari tali sling korea dan China, karena tali sling korea dan china memiliki keunggulan tersendiri dari segi kualitas dan harga.

Untuk Faktor yang mempengaruhi harga tali sling yang kedua yaitu konstruksi tali sling. Beberapa tali sling memiliki konstruksi yang lebih rumit dan dalam proses pembuatannya juga memerlukan beberapa kali proses pintal dan juga menggunakan mesin-mesin khusus yang biayanya lebih besar. Hal ini membuat biaya produksi tali sling dengan konstruksi yang lebih rumit menjadi lebih mahal dibandingkan dengan tali sling dengan konstruksi biasa.

Untuk faktor yang mempengaruhi harga tali sling yang ketiga yaitu ukuran. Hal ini tentu sudah merupakan hal yang wajar, karena memang barang sama dengan ukuran lebih besar kebanyakan memiliki harga yang lebih tinggi.

Untuk faktor yang mempengaruhi harga tali sling yang keempat yaitu Core tali sling. Core tali sling dibuat dan diproduksi dunia dengan standard khusus yang hanya memiliki 3 jenis core. Core Baja, Core Sintetis Fiber dan Core Tembaga. Ketiga Core ini memiliki harga-harga yang berbeda-beda tentunya dari segi material pembuatnya.

Untuk faktor yang mempengaruhi harga tali sling yang kelima yaitu Finishing tali sling. Tali sling dengan finishing tertentu tentu memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan tali sling yang tanpa finishing. Beberapa contoh finishing tali sling yaitu galvanis dan stainless steel.

Untuk Faktor yang mempengaruhi harga tali sling yang keenam yaitu Quantity. Dan hal ini tentunya sudah pasti mempengaruhi harga setiap barang. Beberapa toko besar akan menawarkan harga yang lebih murah jika anda membeli barangnya dengan quantity yang lebih banyak.

Sumber artikel :

TIPE TALI SLING - www.asmarines.com

TIPE TALI SLING

Tali Sling memiliki arti yaitu tali yang disalah satu ujungnya ataupun dikedua ujungnya diberi mata kait dari tali itu sendiri dengan dibuat melingkar dan disambungkan dengan pertemuan ujung tali tersebut. Untuk lebih jelasnya dapat anda lihat pada gambar dibawah ini :

Tipe Tali Sling Baja


Dari gambar tersebut, kami harapkan anda dapat membuat gambaran sendiri dari pengertian tali sling yang telah kami terangkan sedikit diatas, sehingga dapat anda memahami pengertian dari tali sling tersebut dengan bahasa anda sendiri.

Tali sling memiliki tipe tali sling yang berbeda-beda, tergantung dari material pembuatnya. Beberapa tipe tali sling yang biasa dijumpai atau digunakan oleh user diantaranya :

  • Tipe Tali Sling Baja yaitu tali sling yang terbuat dari material baja.
  • Tipe Tali Sling Sintetis yaitu tali sling yang terbuat dari material sintetis.
Tipe tali sling baja banyak disebut orang dengan sebutan wire rope sling, kawat seling dan kabel seling, tergantung dari kebiasaan para user menyebutnya di Lapangan. Tipe tali sling baja ini memiliki karakteristik yang sangat kuat karena memang materialnya sendiri yang terbuat dari Baja. Tipe tali sling baja biasa digunakan pada aplikasi angkat dan juga tarik dengan beban yang sangat berat tentunya. Berikut ini adalah gambar dari Tali sling Baja.

Tali Tali Sling Baja 2


Tipe Tali sling yang kedua adalah tipe tali sling sintetis. Tali sintetis disini dibagi menjadi dua tipe yaitu webbing dan tali. Kedua tipe tali sling sintetis tersebut sama-sama terbuat dari serat sintetis, tetapi bentuk dan cara pembuatannya berbeda, serta penggunaannya di Lapangan pun berbeda. Kami akan mencoba menjelaskannya satu persatu, agar anda dapat mengerti perbedaannya.

Tipe Tali Sling Sintetis yang pertama adalah tipe tali sling webbing, yaitu serat sintetis yang dijahit dengan jahitan pipih. Tali Sling Webbing ini banyak digunakan untuk aplikasi angkat yang objek angkatnya rentan terhadap gesekan benda keras, sehingga webbing sling yang memiliki permukaan pipih ini dapat menjadi pilihan untuk anda dalam mengangkat beban yang rentan rusak. Berikut ini adalah gambar dari tipe tali sling webbing.

Tipe Tali Sling Sintetis Webbing

Untuk tipe tali sling yang kedua yaitu tipe tali sling standard, yaitu serat sintetis yang dibentuk dari kumpulan serat hingga membentuk strand dan kemudian masing-masing strand tersebut dipilin hingga membentuk tali. Tali sling sintetis standar ini juga banyak digunakan untuk aplikasi angkat, tetapi bedanya tipe tali sling standard ini juga dapat digunakan untuk aplikasi tarik. Untuk kekuatan angkat atau tarik beban dari tipe tali sling standard ini juga memiliki variasi, tergantung dari ukuran tali itu sendiri. Berikut adalah contoh gambar dari tali sling sintetis standard tersebut :
Tipe Tali Sling Standard

Sumber Artikel :




KARAKTERISTIK TALI - www.asmarines.com

KARAKTERISTIK TALI

Dari artikel website kami, kami telah membahas tentang jenis-jenis dari tali. Kami akan mengulang atau membahas sedikit tentang jenis-jenis dari tali itu sendiri, karena memang hal ini kami rasa sangat berhubungan dengan penjelasan dari karateristik tali.

Perlu anda ketahui bahwa tali dapat dibedakan menjadi beberapa jenis atau tipe berdasarkan material pembuatnya ( bahan dasarnya ). Tali-tali tersebut dibuat sesuai dengan kebutuhan dari manusia yang berbeda-beda, sehingga mereka golongkan tali tersebut menjadi beberapa jenis. Dan setiap dari jenis-jenis tali tersebut memiliki karakteristik tali yang berbeda-beda.

Dari adanya perbedaan karakteristik tiap jenis tali tentunya membuat fungsi dari tali-tali tersebut pun berbeda-beda. Jenis-jenis dari tali tersebut diantaranya :
  • Tali Tumbuhan dan Hewan
  • Tali Serat Sintetis
  • Tali Besi dan Baja

KARAKTERISTIK TALI TUMBUHAN DAN HEWAN

Tali tumbuhan terbuat dari serat-serat tumbuhan alami yang dapat ditemukan diseluruh belahan dunia. Contoh : serat ganja, serat pohon abaca , rumput-rumput jerami, serat katun, sabut kelapa, dll.

Sedangkan tali hewan adalah tali yang dibuat dari material bulu hewan dan hasil produksinya. Tali jenis ini biasa digunakan untuk hiasan dan juga pembuatan baju karena jenis tali ini tidak memiliki kekuatan tarik maupun kekuatan angkat sama sekali. Contoh dari jenis tali hewan ini adalah : Tali Benang Wol, Tali Bulu Ayam, Tali Sutera, dll.

Karakteristik-Tali-Tumbuhan-dan-Tali-Hewan

Untuk karakteristik dari masing-masing jenis tali diatas diantaranya :

Karakteristik tali tumbuhan :
  • Nilai breaking load tidak besar, sehingga tidak dapat digunakan untuk aplikasi angkat.
  • Tampilan yang lebih natural dan alami.
  • Tidak terlalu kaku
  • Tidak dapat meleleh
  • Tidak mudah pecah walaupun sering dibanting
  • Rentan terhadap sinar UV.
  • Rentan terhadap bahan kimia

Karakteristik tali hewan :
  • Tidak punya nilai breaking sehingga banyak digunakan sebagai bahan pembuat benang dan tali rajut.
  • Lebih halus.
  • Rentan terhadap bahan kimia.
  • Harga terjangkau untuk selain dari tali sutera.
  • Nyaman digunakan pada tubuh manusia.

KARAKTERISTIK TALI SERAT SINTETIS

tali ini terbuat dari serat buatan manusia yang disebut serat sintetis. Serat ini dibuat dari bahan dasar minyak bumi sehingga memiliki kekuatan yang lebih jika dibandingkan dengan jenis tali yang dari hewan dan tumbuhan.

Karakteristik-Tali-Serat-Sintetis


Contoh dari tali serat sintetis ini diantaranya :

Tiap-tiap jenis tali tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda, tetapi tentunya memiliki beberapa kesamaan. Diantara kesamaan-kesamaan dari karakteristik tali serat sintetis ini kami rangkum menjadi :
  • Memiliki nilai breaking load yang tinggi.
  • Tidak terlalu tahan dengan sinar UV secara terus-menerus.
  • Tahan terhadap bahan kimia.
  • Menolak busuk dan jamur.
  • Bukan konduktor yang baik.
jika anda ingin mengetahui lebih jelas tentang karakteristik dari masing-masing jenis tali diatas, silahkan kunjungi website kami disini>>

KARAKTERISTIK TALI BESI DAN BAJA

Tali baja sering disebut dengan nama wire rope yang mungkin terdengar lebih familiar di telinga anda. Tali besi baja ini dibuat dari material besi baja yang kuat dan kokoh.

Karakteristik-Tali-Besi-dan-Baja

Karakteristik Tali Besi Baja :
  • Memiliki nilai breaking load yang tinggi.
  • Lebih kaku.
  • Dapat berkarat.
  • Berat.

Sumber artikel :



KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TALI- www.asmarines.com

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TALI

Seperti yang kita ketahui bersama, tali adalah sebuah alat bantu manusia yang sudah ada sejak ribuan bahkan puluhan ribu tahun yang lalu. Dari jaman dahulu hingga sekarang, tali masih tetap menjadi pilihan sebagian orang untuk membantu meringankan pekerjaan mereka. Dan dalam hal ini, tali bukan digunakan pada satu bidang pekerjaan saja, melainkan berbagai macam bidang pekerjaan.

Padahal seperti kita juga ketahui bersama, jaman modern seperti sekarang ini banyak sekali telah diciptakan alat bantu untuk menggantikan fungsi dari tali seperti wire rope, webbing sling, ratchet strap, dll. Taukah anda apakah yang menjadi penyebab masih digunakannya tali sampai saat ini, walaupun kita semua sudah ada di jaman modern seperti sekarang ini?

Tentunya jawaban ini dapat dijawab dengan kelebihan dari tali yang tidak dimiliki oleh alat bantu lainnya. Dan semua kelebihan dan kekurangan dari tali jika dibandingkan dengna alat bantu lainnya yang serupa akan kami rangkum melalui poin-poin dibawah ini :

KELEBIHAN TALI

Pada jaman dahulu, tali dibuat dari bahan-bahan seperti serat-serat pohon kurma, linen, rerumputan, papyrus, kulit ataupun bulu-bulu binatang. Namun sekarang dengan berubahnya jaman dan teknologi, manusia mulai menciptakan serat buatan yang dibuat dari bahan dasar minyak bumi. Mereka menyebut serat tersebut dengan sebutan serat sintetis yang memiliki kekuatan yang lebih kuat dibandingkan serat-serat alami yang sudah kami jelaskan diatas. Jadi hingga saat ini, tali dibuat dari kedua bahan tersebut, yaitu serat alami dan juga serat buatan ( sintetis ). Kelebihan dari kedua serat tali tersebut diantaranya :

KELEBIHAN TALI DARI SERAT ALAMI

Yang kami maksud serat alami disini adalah serat-serat dari tumbuhan dan juga hewan. Serat-serat alami ini dipintal dan dikepang bersamaan sampai membentuk kesatuan yang kokoh dan kuat yang dinamakan dengan tali. Tali dari serat alami ini memiliki beberapa kelebihan yaitu diantaranya :
  • Harga lebih terjangkau.
  • Tampilannya lebih natural, sehingga banyak digunakan untuk dekorasi ruangan.
  • Tidak mudah pecah walaupun sering terbanting.
  • Tidak terlalu kaku.
  • Tidak dapat meleleh.

KELEBIHAN TALI DARI SERAT SINTETIS

Tali dengan bahan serat sintetis kebanyakan diproduksi manusia dengan menggunakan mesin. Sehingga semua proses pembuatan dari tali sintetis ini sudah distandarisasikan sesuai standard internasional agar aman digunakan. Tetapi apa sajakah kelebihan dari tali yang terbuat dari bahan serat sintetis ini :
  • Tahan terhadap zat-zat kimia.
  • Tidak dapat membusuk karena jamur dan lumut.
  • Tahan terhadap abrasi.
  • Memiliki nilai breaking load lebih tinggi dibandingkan tali dari serat alami.

KEKURANGAN TALI

Semua benda yang diciptakan manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, yang artinya karena kami telah membahas tentang kelebihan tali, maka kali ini kami akan membahas tentang kekurangan dari tali itu sendiri. Dan beberapa kekurangan dari tali ini akan kami bahas pada beberapa poin dibawah ini :

KEKURANGAN TALI DARI SERAT ALAMI

Tali dari serat alami ini memiliki beberapa kekurangan yang mungkin perlu anda perhatikan agar nantinya anda tidak salah dalam memilih jenis tali yang anda butuhkan. Dan kekurangan tali dari serat alami ini diantaranya :
  • Rentan terhadap sinar UV
  • Rentan terhadap bahan-bahan kimia.
  • Tidak memiliki nilai breaking load yang terlalu tinggi.
  • Saat tali basah, nilai breaking load dari tali jenis ini akan berkurang.

KEKURANGAN TALI DARI SERAT SINTETIS ( BUATAN )

Setelah kami membahas sedikit tentang kekurangan dari tali serat alami, selanjutnya kami akan membahas tentang kekurangan tali dari serat sintetis ( serat buatan ). Dan kekurangan-kekurangan tersebut tentunya juga perlu anda perhatikan sebagai pedoman anda sebelum membeli tali dari serat sintetis ini. Kekurangan dari tali sintetis diantaranya :
  • Karena terbuat dari serat buatan, bahan ini tidak terlalu kuat terhadap sinar matahari dan panas secara terus menerus.
  • Sebagian ada yang kaku sehingga tidak elastis.
  • Dapat meleleh jika mengalami gesekan secara terus-menerus.

Sumber artikel :

JENIS DAN TIPE ANYAMAN TALI - www.asmarines.com

JENIS DAN TIPE ANYAMAN TALI

Pada zaman dahulu, manusia menciptakan sebuah tali menggunakan akar-akaran dan serat tanaman yang dipintal atau dikepang dan dikencangkan menjadi bentuk tali yang kencang. Pada waktu itu manusia hanya membuat tali dengan satu teknik pembuatan / cara pembuatan yang sama.

Tetapi pada tahun 2800 Sebelum masehi, tali yang terbuat dari rami mulai digunakan di wilayah China yang kemudian teknik-teknik pembuatan tali pun mulai diciptakan dan menyebar keseluruh penjuru Asia, India dan Eropa, hingga keseluruh dunia seperti sekarang ini.

Dan jenis dan tipe dari anyaman tali tersebut diantaranya :
  • 3 Strand Twisted
Jenis dan Tipe anyaman tali jenis ini banyak digunakan pada hampir setiap jenis tali, seperti tali tampar / tali PE, Tali tambang, tali Nilon, dll.
  • 8 Strand Plaited
Jenis dan tipe anyaman tali ini banyak digunakan pada tlai kapal seperti tali PP Multi dan PP Mono, Tali Manila, dll
  • 12 Strand Plaited
Jenis dan tipe anyaman tali ini dimiliki oleh semua jenis tali, jika dibuat manual oleh manusia ataupun dengan mesin. Yang artinya semua jenis tali tidak akan memiliki anyaman tipe ini jika tidak dibuat secara manual yaitu menggabungkan beberapa tali menjadi 12 konstruksi anyaman agar memiliki nilai breaking load yang lebih tinggi. Anyaman tipe ini juga dapat digunakan pada wire rope, namun tetap dibuat secara manual dengan manusia ataupun dengan mesin.
  • 2 in 1 Double Braid
Jenis dan tipe anyaman tali ini biasa digunakan pada tali polyester dan kevlar yang memiliki karakteristik memiliki nilai breaking load yang tinggi. Jenis dan tipe anyaman tali seperti ini biasa digunakan untuk tali-tali pada keperluan Climbing ataupun rekreasi.
  • Parallel Braid Core
Jenis dan tipe anyaman tali ini terdiri dari anyaman tali dibagian dalamnya dan ditutup dengan anyaman padat diluarnya. Jenis dan tipe anyaman tali seperti ini biasa digunakan untuk tali-tali pada keperluan Climbing ataupun rekreasi.
  • Parallel Fiber Core
Jenis dan tipe anyaman tali ini terdiri dari kumpulan serat fiber dibagian dalam dan ditutup dengna anyaman yang pada diluarnya. Jenis dan tipe anyaman tali seperti ini biasa digunakan untuk tali-tali pada keperluan Climbing ataupun rekreasi.


Sumber artikel sebagian diambil dari :

CARA PEMBUATAN TALI - www.asmarines.com

CARA PEMBUATAN TALI

Tali adalah kumpulan lapisan linear, benang, helai yang bengkok yang dikepang bersama dalam rangka untuk menggabungkan mereka kedalam bentuk yang lebih besar dan lebih kuat. Tali memiliki kekuatan tarik sehingga dapat digunakan untuk menyeret dan mengangkat, tetapi terlalu flexibel untuk memberi tekanan / mendorong benda.

Mungkin kebanyakan dari anda sudah tau bagaimana bentuk dari sebuah tali, tetapi pernahkah anda berpikir bagaimana cara pembuatan tali itu sendiri? Mungkin saat ini sudah banyak mesin-mesin pabrik yang dapat membuat tali secara otomatis, tanpa perlu menggunakan tenaga manusia dalam pembuatannya.

Cara Pembuatan Tali dengan Mesin (1)

Cara Pembuatan Tali dengan Mesin (2)

Cara Pembuatan Tali dengan Mesin (3)

Cara Pembuatan Tali dengan Mesin (4)


Dari beberapa gambar diatas, kita dapat mengetahui bahwa dengan mesin pembuat tali ini, sebuah tali dapat dibuat dengan mudah dan otomatis. Tetapi bagaimana awal mula cara pembuatan tali ini dengan cara manual oleh tangan manusia?

Pada zaman dahulu manusia menggunakan akar-akaran dan serat tanaman sebagai bahan pembuat tali. Mereka mulai memilin dan mengepang beberapa utas akar-akaran ataupun serat tanaman tersebut hingga padat dan mengencang dan kemudian menjadi sebuah tali yang lebih panjang dan kuat. Arah pengepangan dari tali juga berlawanan dengan arah pengepangan dari untai-untai. Karena kekuatan-kekuatan yang saling berlawanan dalam pembuatan tali maka akan terjadi hambatan atau gesekan-gesekan yang menyebabkan serat-serat, benang-benang dan untai-untai berkumpul menjadi satu didalam tali.

Teknik-Cara-Pembuatan-Tali

Jenis arah kepangan tali terbagi dalam 2 jenis yaitu diantaranya :
  1. Pintalan ke kanan dan dimaksud bahwa untaian dari tali berputar ke arah kanan bilamana dilihat dari arah belakang tali ke depan. Juga dinamakan putaran Z (Z-twist).
  2. Pintalan ke kiri dan dimaksud bahwa untaian dari tali berputar ke arah kiri bila dilihat dari arah belakang tali ke depan jadi berlawanan dengan arah jarum jam. Juga dinamakan putaran S (S-twist).
arah-kepangan-pembuatan-tali


Sumber artikel :


TALI KEVLAR - www.asmarines.com

TALI KEVLAR

Tali kevlar adalah tali yang diproduksi / terbuat dari serat sintetis yang dinamakan Kevlar. Serat sintetis kevlar ini pertama kali ditemukan pada tahun 1965 dan diproduksi oleh DuPont.

Diantara banyak kegunaannya, bahan serat sintetis kevlar ini telah digunakan untuk pelindung anti peluru dan bahan tahan api. Tali Kevlar tak kalah luar biasanya dengan tali nilon dan tali baja.

Tali kevlar memiliki tingkat peregangan yang lebih rendah dibandingkan dengan tali nilon dan tali kevlar memiliki kekuatan yang setara dengan tali baja dan tentunya tahan terhadap karat.

Tali Kevlar

Tali Kevlar2



















Karena sifat polimernya, bahan kevlar ini rentan terhadap sinar UV dan tidak boleh terkena sinar UV secara permanen atau terus menerus. Tapi tidak seperti tali lainnya, tali kevlar ini dapat menahan api hingga suhu 500° F sebelum mulai melemah.

KELEBIHAN TALI KEVLAR

Kelebihan dari Tali Kevlar ini diantaranya :
  • Memiliki nilai breaking load yang tinggi.
  • Nilai breaking load tidak berkurang saat tali dalam keadaan basah.
  • Tahan terhadap sinar UV, tetapi tidak untuk jangka waktu yang lama.
  • Tahan terhadap zat-zat kimia.
  • Sulit dipotong, sehingga lebih tangguh.

KEKURANGAN TALI KEVLAR

Kekurangan tali kevlar ini diantaranya :
  • Tidak melar.
  • Tidak mengapung diatas permukaan air.
  • Harga lebih tinggi dibandingkan jenis tali yang lain.

Sumber artikel :

TALI POLYESTER - www.asmarines.com

TALI POLYESTER

Tali polyester adalah tali yang terbuat dari bahan serat sintetis yang dinamakan polyester. Tali Polyester ini dianggap sebagian orang sebagai tali terbaik untuk digunakan sehari-hari. Tetapi hal tersebut bukanlah sebuah hal yang benar, karena memang terdapat tali-tali yang lebih baik atau lebih tangguh jika dibandingkan dengan Tali Polyester ini.

Jika tali ini dikatakan sebagai tali terbaik, tentunya dapat mengacu pada kegunaannya di Lapangan. Tali ini bisa dianggap sebagai tali terbaik jika digunakan pada pemakaian dirumah , alam terbuka dan elemen alam yang keras.

Beberapa aplikasi yang sering menggunakan Tali Polyester sebagai pilihan dalam membantu kinerja mereka di Lapangan adalah pada bidang :
  • Derek
  • Rigging
  • Dock
  • Blocking
  • Rumah Tangga



KARAKTERISTIK TALI POLYESTER

Tali polyester memiliki karakteristik tersendiri sehingga tali ini berbeda dengan tipe tali lainnya, dan karakteristik dari tali polyester ini diantaranya :
  • Mengapung didalam air, tetapi sedikit tenggelam didalam air.
  • Memiliki nilai breaking load yang hampir setara dengan tali nilon.
  • Tidak mudah meregang.
  • Menyerap air.
  • Memiliki kekuatan tarik yang sama ( tidak berkurang ) saat basah.
  • Tahan terhadap sinar UV, dengan titik leleh 240° C.
  • Tahan terhadap abrasi.
  • Bukan konduktor yang baik.
dari beberapa karakteristik yang telah kami jelaskan diatas, akan sedikit berhubungan dengan kelebihan dan kekurangan dari Tali Polyester ini sendiri.


KELEBIHAN TALI POLYESTER

Kelebihan dari Tali polyester diantaranya :

  • Tahan terhadap zat kimia.
  • Tahan terhadap sinar UV.
  • Memiliki kekuatan tarik yang hampir setara dengan tali nilon.
  • Kekuatan tarik dari tali polyester tidak berkurang saat basah.
  • Tidak melar.
  • Harga lebih terjangkau.

KEKURANGAN TALI POLYESTER

Kekurangan dari tali polyester diantaranya :
  • Lebih kaku dibandingkan dengan tali nilon.
  • Tidak mengambang diatas air, melainkan agak tenggelam.
  • Tidak tahan terhadap gesekan.