Tampilkan postingan dengan label Towing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Towing. Tampilkan semua postingan

FUNGSI CHAIN BLOCK DAN LEVER BLOCK - www.asmarines.com

Halo temen-temen setia asmarines.. Gimana nih kabar kalian semua? semoga pada baik ya.. Oia sekalian gw mau ucapin juga minal aidzin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin buat kalian semua. Nah diawal lebaran ini kami mau menjelaskan ke kalian semua tentang fungsi chain block dan lever block yang perlu kalian ketahui.

Jadi artikel ini kami buat agar nantinya kalian tidak salah dalam memilih dan bahkan membeli salah satu dari kedua jenis block ini. Karena tentunya kalian akan mengalami kerugian jika sampai salah membeli salah satu dari kedua alat angkat tersebut.

Contohnya adalah kerugian :

  • Materi
  • Kecelakaan kerja.

Tentunya yang pertama ini dari segi materi ya. Kalian akan kehilangan uang dengan sia-sia karena salah membeli alat angkat yang kalian butuhkan.

Dan yang lebih parahnya tentunya poin nomor 2 ya. Semua orang pasti tidak ingin mendapatkan hal seperti ini. Nomor satu aja ga ada yang mau rugi, apalagi yang nomor dua. Bisa menyebabkan luka, cacat dan bahkan kematian.

Serem-serem pokoknya, jadi jangan sampai kalian salah dalam menggunakan alat lifting ya. Pilihlah secara bijak dan matang dengan mempelajarinya terlebih dahulu.



FUNGSI CHAIN BLOCK DAN LEVER BLOCK

oke balik lagi ya ke pembahasan tentang fungsi chain block dan lever block. Akan kami mulai untuk penjelasan dari fungsi chain block dulu ya guys. Biar urut sesuai judulnya, hehehe.


FUNGSI CHAIN BLOCK

Jadi chain block adalah block yang menggunakan rantai untuk sebagai media angkatnya. Cara penggunaannya sendiri cukup ditarik berulang kali seperti saat kalian mengangkat timba air di sumur. Jadi prinsip kerjanya seperti itu ya.

Dan untuk fungsinya sendiri yaitu hanya digunakan untuk mengangkat beban baik untuk jarak pendek maupun jarak yang lebih tinggi.

Kapasitas angkat dari chain block ini sendiri bervariasi ya mulai dari 0.5 - 50 ton. Jadi memang chain block ini dikhususkan untuk aplikasi angkat baik pengangkatan rendah maupun agak tinggi.

Untuk panjang rantainya sendiri disediakan mulai dari 2.5 hingga 6 meter. Jadi cukup panjang ya untuk sebuah pengangkatan ringan.


FUNGSI LEVER BLOCK

Nah itu tadi fungsi chain block yang perlu kalian ketahui ya. Dan selanjutnya yaitu untuk fungsi lever block. Kira-kira fungsi lever block ini untuk apa sih? apakah sama dengan fungsi chain block? kalo sama berarti ga asik dong,

Ngapain dibuat lever block kalo emang fungsinya sama kaya chain block. Pastinya beda ya guys.. Nah berikut ini adalah fungsi lever block yang perlu kalian ketahui :
  • Lifting
  • Towing
  • Lashing

Untuk lever block ini lebih beragam ya guys fungsinya. Tapi bukan berarti lever block ini lebih unggul ya. Karena tentunya ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Mungkin kami akan membahas kelebihan dan kekurangan dari chain block dan juga lever block di artikel selanjutnya.

Doain aja gw ada waktu bikin artikel itu. Biasa orang sok sibuk ini sekarang agak susah atur waktu buat bikin artikel. Hehehe


Yaw dah kalo gitu guys itu tadi ya fungsi chain block dan lever block yang perlu kalian ketahui dan bedakan kegunaannya.

Semoga dengan adanya artikel ini kalian jadi lebih terbantu untuk menentukan ingin membeli chain block atau lever block.


Kalo gitu kami undur diri dulu nih.. Salam..!!

TALI ANGKAT - www.asmarines.com

TALI ANGKAT

Artikel kami kali ini ingin menekan jenis tali apa yang cocok untuk kebutuhan tali angkat. Karena tentunya tali angkat memiliki resiko penggunaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tali untuk aplikasi lashing, towing dan dekorasi. Kenapa bisa dibilang lebih beresiko terhadap penggunaannya??
Jawabannya adalah karena memang karena digunakan untuk mengangkat barang, tentunya beban yang diangkat tali tersebut dapat membahayakan orang-orang disekitarnya jika tali angkat yang digunakan tidak dapat menahan bebannya.

Untuk itu kami rasa artikel ini sangat penting untuk membantu user mengetahui tali apa saja yang cocok digunakan sebagai tali angkat. Sehingga nantinya dapat mengurangi resiko kecelakaan kerja khususnya pada aplikasi angkat ini.

Tetapi sebelum kami menjelaskan tentang jenis-jenis tali angkat, ada baiknya kami jelaskan terlebih dahulu hal-hal yang harus anda hindari dalam menggunakan tali anda untuk aplikasi angkat anda, agar nantinya anda tidak melakukan kesalahan dalam menggunakan tali angkat untuk kebutuhan anda di Lapangan. Beberapa hal yang harus anda hindari pada aplikasi angkat menggunakan tali angkat yaitu diantaranya :
  • Hindari penggunaan tali yang sudah tertekuk atau kink.
  • Hindari penggunaan tali yang seratnya sudah banyak yang putus.
  • Hindari gesekan langsung antara beban angkat dan juga tali, gunakan rope protector untuk menjaga kualitas dari tali angkat anda.
  • Hindari penggunaan tali angkat yang digunakan mengangkat dengan sudut lebih dari 90 derajat.
  • Hindari penggunaan tali abal-abal tanpa disertai sertifikat penunjangnya.
Nah jika anda sudah tau beberapa hal yang harus anda perhatikan atau anda hindari dalam penggunaan tali angkat, tentunya anda sudah dapat mengaplikasikannya di Lapangan. Tetapi kami ingin menambah pengetahuan sedikit tentang jenis tali angkat yang cocok untuk penggunaan lifting application. Beberapa jenis tali angkat tersebut diantaranya adalah :
  1. Tali PP
  2. Tali Nilon
  3. Tali Polyester
  4. Tali UHMWPE
Sumber artikel :

TALI KAPAL BERKUALITAS - www.asmarines.com

TALI KAPAL BERKUALITAS

Kali ini kami akan membahas sedikit tentang tali kapal yang berkualitas, dengan harapan agar anda nantinya tidak salah dalam membeli tali kapal. Karena memang saat ini banyak sekali diluaran sana tali-tali kapal yang dijual dengan merk yang abal-abal dan bahkan sama sekali tidak kita tau, sehingga kualitasnya sendiri belum kita ketahui secara pasti. Tentunya sebuah barang dengan merk abal-abal ( palsu ) ataupun tidak bermerk, kebanyakan memiliki kualitas yang jelek. Jadi dalam hal ini kami anggap tali kapal dengan merk abal-abal dan tidak bermerk juga tidak berkualitas baik, yang tentunya akan dapat merugikan pihak pembeli dan user di Lapangan.

Yang paling riskan untuk penggunaan tali kapal yang tidak berkualitas adalah dari sisi user di Lapangan. Tentunya tali yang digunakan untuk alat berat, tetapi tali tersebut tidak berkualitas akan dapat membahayakan orang-orang dan para pekerja disekitarnya, bahkan bisa menyebabkan kematian. Karena kita tau sendiri banyak sekali saat ini insiden-insiden yang menyebabkan jatuhnya beban karena salah satu faktornya adalah tidak berkualitasnya alat-alat yang menunjang pekerjaan tersebut.

Jadi kami ulang lagi, dengan adanya artikel ini harapan kami yaitu agar tidak ada user atau pembeli yang salah dalam membeli tali kapal yang tidak berkualitas, sehingga tidak ada kerugian yang didapat baik dari pihak pembeli ataupun end user.

Beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam memilih tali yang berkualitas yaitu diantaranya adalah :
  • Merk - artinya merk yang sudah banyak dikenal dunia tentunya memiliki kualitas yang berbeda dengan merk abal-abal. Jika anda baru bermain di bidang pertalian, tentunya untuk mengetahui merk yang bagus anda dapat mencarinya di google atau anda ikut dalam forum di sosial media untuk mengetahui info-info terbaru mengenai merk tali kapal berkualitas.
  • Sertifikat - artinya merk yang bagus dan dikenal banyak dunia tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya sertifikat yang mendukung keaslian dan kualitas dari tali kapal tersebut. Jadi tali kapal yang berkualitas harus memiliki sertifikat pendukung yang menyertai tali tersebut saat anda beli. Usahakan anda mendapat sertifikat asli, sehingga tidak diragukan lagi keaslian dari barang yang anda beli.
  • Kondisi Baru - pastikan tali yang anda beli dalam kondisi baru, sehingga anda tidak mendapatkan tali bekas yang artinya hal tersebut adalah penipuan.
  • Tidak Cacat - pastikan tali yang anda beli tidak cacat atau tidak dalam keadaan rusak, karena biasanya saat loading dock terkadang ada beberapa tali yang rusak akibat tidak hati-hatinya orang-orang yang mengeluarkan tali dari kontainer.
  • Uji Tarik - Jika anda ingin lebih yakin, lakukanlah uji tarik pada tali yang anda beli untuk mengetahui pasti apakah nilai breaking loadnya sesuai dengan yang tertera pada sertifikatnya atau tidak. Tetapi hal ini tentunya sudah sama dengan membeli, karena barang yang anda tes tentunya harus anda beli terlebih dahulu. Jadi jika anda mendapati barang yang anda beli memiliki nilai breaking load yang tidak sesuai dengan sertifikatnya, tentunya anda tidak dapat mengembalikan barang tersebut pada penjualnya. Tetapi saran kami adalah tetap menggunakan tali tersebut dengan penggunaan terhadap beban yang sesuai dengan nilai breaking load setelah diuji tarik tadi.
  • Berat Sesuai - Jika anda membeli tali kapal yang berkualitas, maka dapat kami pastikan berat tali yang tertera pada sertifikat sesuai dengan berat realnya.
Beberapa faktor tersebut adalah inti dalam menentukan tali kapal yang berkualitas atau tidak. Jadi pastikan cek terlebih dahulu tali kapal yang ingin anda beli sebelum anda bertransaksi. Penjual resmi biasanya memiliki gudang yang dapat dikunjungi pembeli setiap saat. Jadi jika penjual tersebut adalah penjual atau distributor resmi tentunya anda dapat langsung mengecek keaslian barang atau tali yang anda beli langsung ke lokasi gudangnya, agar anda dapat lebih yakin dalam membeli barang tersebut.

Sumber artikel :


JENIS RANTAI BESI - www.asmarines.com

JENIS RANTAI BESI

Seperti anda ketahui pada artikel kami sebelumnya, bahwa kegunaan dari rantai besi sangatlah beragam. Tetapi pada artikel tersebut kami belum memiliki dan mengkhususkan jenis rantai besi untuk aplikasi-aplikasi tersebut. Jadi intinya, rantai besi memiliki fungsi yang beragam tetapi dari beberapa fungsi tersebut, terdapat jenis-jenis rantai besi khusus yang memang khusus digunakan pada aplikasi tersebut.
Untuk itu pada artikel ini, kami akan coba untuk menjelaskan jenis-jenis dari rantai besi tersebut yang dikaitkan dengan fungsinya. Tentunya rantai besi biasa memiliki banyak kekurangan, jadi semua aplikasi yang menggunakan rantai besi biasa, biasanya adalah aplikasi ringan yang tidak membutuhkan kekuatan pada rantai dan ketahanan pada rantai terhadap pengaratan.

Jadi poin yang pertama yang akan kami jelaskan disini adalah mulai dari jenis rantai besi tersebut yaitu diantaranya :
  • Rantai besi biasa
  • Rantai besi galvanis
  • Rantai besi stainless steel
Ketiga jenis rantai besi tersebut memiliki fungsi  yang berbeda-beda yang akan coba kami jelaskan satu persatu.

JENIS RANTAI BESI BIASA

Rantai besi biasa adalah rantai besi yang tidak dilapisi dengan lapisan tertentu. Biasanya rantai besi biasa hanya dilapisi dengan cat besi untuk menahan karat sementara. Tetapi tentunya lapisan cata tidak akan bertahan lama karena melihat aplikasi dari rantai besi biasanya melibatkan banyak gesekan yang tentunya akan membuat lapisan cat cepat terkelupas.

Sedangkan fungsi dari rantai besi biasa yang paling cocok digunakan adalah pada aplikasi :

  • Lashing
  • Dekorasi
Untuk aplikasi rantai besi biasa ini sendiri biasanya dibatasi dari lokasinya, yaitu biasanya rantai besi biasa ditempat pada lokasi yang tidak rawan terhadap karat seperti di dalam ruangan ataupun dilingkungan rumah. Untuk itu aplikasi lashing dan dekorasi merupakan aplikasi yang paling cocok dalam penggunaan rantai besi biasa ini.

JENIS RANTAI BESI GALVANIS

Rantai besi galvanis adalah rantai besi yang dilapisi dengan lapisan galvanis. Lapisan galvanis adalah lapisan yang dibuat dari material seng yang dapat menahan karat. Tentunya dengan diberikan lapisan galvanis, sebuah rantai besi akan dapat menahan karat lebih lama. Beberapa aplikasi yang biasa menggunakan rantai besi galvanis sebagai alat bantunya yaitu diantaranya :
  • Light Lifting
  • Light Towing
Rantai besi galvanis banyak digunakan pada aplikasi angkat dan tarik dengan beban yang ringan dan ditempat yang terbuka, sehingga lebih kuat menahan karat.

JENIS RANTAI BESI STAINLESS STEEL

Untuk jenis rantai besi yang ketiga yaitu jenis rantai besi stainless steel. Rantai besi stainless steel ini dilapisi dengan lapisan stainless steel yang artinya lebih mengkilap dan tahan terhadap karat. Tetapi untuk jenis rantai besi stainless steel ini ukuran atau kekuatannya tidaklah besar. Saat ini produsen rantai masih memproduksinya dengan ukuran kecil dan tidak memiliki nilai breaking load. Kebanyakan jenis rantai ini digunakan pada aplikasi :
  • Dekorasi ruangan
  • Dapra
untuk artikel lebih lengkap mengenai jenis rantai lain, silahkan kunjungi artikel website resmi kami dibawah ini :

KELEBIHAN RANTAI BAJA - www.asmarines.com

KELEBIHAN RANTAI BAJA

Baja merupakan logam paling keras yang tentunya memiliki kekuatan yang besar, sehingga besi baja banyak digunakan untuk aplikasi berat seperti alat angkat maupun alat tarik. Saat ini baja sangat dibutuhkan manusia untuk aplikasi-aplikasi yang berat baik pada bidang transportasi, konstruksi, Perkapalan, Onshore, Offshore, dll. Tentunya hal ini membuat baja semakin diminati dari banyak kalangan.

Hal ini tentunya membuat kami tertarik untuk membahasnya pada artikel kami kali ini. Tetapi pada artikel kami ini, kami hanya akan membahas mengenai rantai baja yang saat ini sangat banyak digunakan pada aplikasi yang kami kerjakan. Tentunya kami ingin berbagi informasi pada anda yang menggeluti bidang yang berhubungan dengan penggunaan rantai baja.

Rantai Baja sendiri adalah logam baja yang dibuat menjadi batangan berukuran tertentu yang kemudian dipotong, ditekuk dan disambung berangkai hingga menjadi suatu kesatuan yang memiliki panjang tertentu. Produsen rantai biasa menyediakan ukuran rantai yang sesuai dengan standard, jadi bagi anda yang ingin memendekkan ukuran rantai tersebut harus memotongnya secara manual. Dan jika anda ingin memanjangkan lagi rantai yang anda butuhkan, anda harus membeli connecting link yang fungsinya untuk menyambung rantai hingga menjadi lebih panjang. Tetapi biasanya connecting dapat mengurangi kekuatan angkat dari rantai tersebut karena memang connecting link sifatnya adalah sambungan yang tentunya memiliki kekuatan yang berbeda dengan rantai aslinya.


KELEBIHAN RANTAI BAJA

Untuk kelebihan dari rantai baja ini sendiri akan kami rangkum menjadi beberapa poin yang perlu anda ketahui bersama yaitu diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Daya angkat lebih tinggi dari rantai besi
  • Lebih tahan karat karena sifat dari baja itu sendiri.
  • Durasi penggunaannya lebih lama jika dibandingkan dengan rantai besi.
  • Jika Baja dicampur dengan logam keras lainnya sifatnya menjadi lebih keras.
  • Rantai ini cocok digunakan untuk aplikasi berat.
Rantai baja sendiri dibagi menjadi 2 grade yaitu grade 80 dan grade 100, yang tentunya kedua grade tersebut memiliki perbedaan kekuatan. Rantai Baja grade 100 biasa digunakan pada aplikasi heavy lift karena memiliki sifat lebih kuat.

Jika anda ingin mengetahui artikel kami yang lebih lengkap, silahkan membaca artikel dari website resmi kami dibawah ini.

Sumber artikel :

KARAKTERISTIK TALI - www.asmarines.com

KARAKTERISTIK TALI

Dari artikel website kami, kami telah membahas tentang jenis-jenis dari tali. Kami akan mengulang atau membahas sedikit tentang jenis-jenis dari tali itu sendiri, karena memang hal ini kami rasa sangat berhubungan dengan penjelasan dari karateristik tali.

Perlu anda ketahui bahwa tali dapat dibedakan menjadi beberapa jenis atau tipe berdasarkan material pembuatnya ( bahan dasarnya ). Tali-tali tersebut dibuat sesuai dengan kebutuhan dari manusia yang berbeda-beda, sehingga mereka golongkan tali tersebut menjadi beberapa jenis. Dan setiap dari jenis-jenis tali tersebut memiliki karakteristik tali yang berbeda-beda.

Dari adanya perbedaan karakteristik tiap jenis tali tentunya membuat fungsi dari tali-tali tersebut pun berbeda-beda. Jenis-jenis dari tali tersebut diantaranya :
  • Tali Tumbuhan dan Hewan
  • Tali Serat Sintetis
  • Tali Besi dan Baja

KARAKTERISTIK TALI TUMBUHAN DAN HEWAN

Tali tumbuhan terbuat dari serat-serat tumbuhan alami yang dapat ditemukan diseluruh belahan dunia. Contoh : serat ganja, serat pohon abaca , rumput-rumput jerami, serat katun, sabut kelapa, dll.

Sedangkan tali hewan adalah tali yang dibuat dari material bulu hewan dan hasil produksinya. Tali jenis ini biasa digunakan untuk hiasan dan juga pembuatan baju karena jenis tali ini tidak memiliki kekuatan tarik maupun kekuatan angkat sama sekali. Contoh dari jenis tali hewan ini adalah : Tali Benang Wol, Tali Bulu Ayam, Tali Sutera, dll.

Karakteristik-Tali-Tumbuhan-dan-Tali-Hewan

Untuk karakteristik dari masing-masing jenis tali diatas diantaranya :

Karakteristik tali tumbuhan :
  • Nilai breaking load tidak besar, sehingga tidak dapat digunakan untuk aplikasi angkat.
  • Tampilan yang lebih natural dan alami.
  • Tidak terlalu kaku
  • Tidak dapat meleleh
  • Tidak mudah pecah walaupun sering dibanting
  • Rentan terhadap sinar UV.
  • Rentan terhadap bahan kimia

Karakteristik tali hewan :
  • Tidak punya nilai breaking sehingga banyak digunakan sebagai bahan pembuat benang dan tali rajut.
  • Lebih halus.
  • Rentan terhadap bahan kimia.
  • Harga terjangkau untuk selain dari tali sutera.
  • Nyaman digunakan pada tubuh manusia.

KARAKTERISTIK TALI SERAT SINTETIS

tali ini terbuat dari serat buatan manusia yang disebut serat sintetis. Serat ini dibuat dari bahan dasar minyak bumi sehingga memiliki kekuatan yang lebih jika dibandingkan dengan jenis tali yang dari hewan dan tumbuhan.

Karakteristik-Tali-Serat-Sintetis


Contoh dari tali serat sintetis ini diantaranya :

Tiap-tiap jenis tali tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda, tetapi tentunya memiliki beberapa kesamaan. Diantara kesamaan-kesamaan dari karakteristik tali serat sintetis ini kami rangkum menjadi :
  • Memiliki nilai breaking load yang tinggi.
  • Tidak terlalu tahan dengan sinar UV secara terus-menerus.
  • Tahan terhadap bahan kimia.
  • Menolak busuk dan jamur.
  • Bukan konduktor yang baik.
jika anda ingin mengetahui lebih jelas tentang karakteristik dari masing-masing jenis tali diatas, silahkan kunjungi website kami disini>>

KARAKTERISTIK TALI BESI DAN BAJA

Tali baja sering disebut dengan nama wire rope yang mungkin terdengar lebih familiar di telinga anda. Tali besi baja ini dibuat dari material besi baja yang kuat dan kokoh.

Karakteristik-Tali-Besi-dan-Baja

Karakteristik Tali Besi Baja :
  • Memiliki nilai breaking load yang tinggi.
  • Lebih kaku.
  • Dapat berkarat.
  • Berat.

Sumber artikel :



KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TALI- www.asmarines.com

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TALI

Seperti yang kita ketahui bersama, tali adalah sebuah alat bantu manusia yang sudah ada sejak ribuan bahkan puluhan ribu tahun yang lalu. Dari jaman dahulu hingga sekarang, tali masih tetap menjadi pilihan sebagian orang untuk membantu meringankan pekerjaan mereka. Dan dalam hal ini, tali bukan digunakan pada satu bidang pekerjaan saja, melainkan berbagai macam bidang pekerjaan.

Padahal seperti kita juga ketahui bersama, jaman modern seperti sekarang ini banyak sekali telah diciptakan alat bantu untuk menggantikan fungsi dari tali seperti wire rope, webbing sling, ratchet strap, dll. Taukah anda apakah yang menjadi penyebab masih digunakannya tali sampai saat ini, walaupun kita semua sudah ada di jaman modern seperti sekarang ini?

Tentunya jawaban ini dapat dijawab dengan kelebihan dari tali yang tidak dimiliki oleh alat bantu lainnya. Dan semua kelebihan dan kekurangan dari tali jika dibandingkan dengna alat bantu lainnya yang serupa akan kami rangkum melalui poin-poin dibawah ini :

KELEBIHAN TALI

Pada jaman dahulu, tali dibuat dari bahan-bahan seperti serat-serat pohon kurma, linen, rerumputan, papyrus, kulit ataupun bulu-bulu binatang. Namun sekarang dengan berubahnya jaman dan teknologi, manusia mulai menciptakan serat buatan yang dibuat dari bahan dasar minyak bumi. Mereka menyebut serat tersebut dengan sebutan serat sintetis yang memiliki kekuatan yang lebih kuat dibandingkan serat-serat alami yang sudah kami jelaskan diatas. Jadi hingga saat ini, tali dibuat dari kedua bahan tersebut, yaitu serat alami dan juga serat buatan ( sintetis ). Kelebihan dari kedua serat tali tersebut diantaranya :

KELEBIHAN TALI DARI SERAT ALAMI

Yang kami maksud serat alami disini adalah serat-serat dari tumbuhan dan juga hewan. Serat-serat alami ini dipintal dan dikepang bersamaan sampai membentuk kesatuan yang kokoh dan kuat yang dinamakan dengan tali. Tali dari serat alami ini memiliki beberapa kelebihan yaitu diantaranya :
  • Harga lebih terjangkau.
  • Tampilannya lebih natural, sehingga banyak digunakan untuk dekorasi ruangan.
  • Tidak mudah pecah walaupun sering terbanting.
  • Tidak terlalu kaku.
  • Tidak dapat meleleh.

KELEBIHAN TALI DARI SERAT SINTETIS

Tali dengan bahan serat sintetis kebanyakan diproduksi manusia dengan menggunakan mesin. Sehingga semua proses pembuatan dari tali sintetis ini sudah distandarisasikan sesuai standard internasional agar aman digunakan. Tetapi apa sajakah kelebihan dari tali yang terbuat dari bahan serat sintetis ini :
  • Tahan terhadap zat-zat kimia.
  • Tidak dapat membusuk karena jamur dan lumut.
  • Tahan terhadap abrasi.
  • Memiliki nilai breaking load lebih tinggi dibandingkan tali dari serat alami.

KEKURANGAN TALI

Semua benda yang diciptakan manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, yang artinya karena kami telah membahas tentang kelebihan tali, maka kali ini kami akan membahas tentang kekurangan dari tali itu sendiri. Dan beberapa kekurangan dari tali ini akan kami bahas pada beberapa poin dibawah ini :

KEKURANGAN TALI DARI SERAT ALAMI

Tali dari serat alami ini memiliki beberapa kekurangan yang mungkin perlu anda perhatikan agar nantinya anda tidak salah dalam memilih jenis tali yang anda butuhkan. Dan kekurangan tali dari serat alami ini diantaranya :
  • Rentan terhadap sinar UV
  • Rentan terhadap bahan-bahan kimia.
  • Tidak memiliki nilai breaking load yang terlalu tinggi.
  • Saat tali basah, nilai breaking load dari tali jenis ini akan berkurang.

KEKURANGAN TALI DARI SERAT SINTETIS ( BUATAN )

Setelah kami membahas sedikit tentang kekurangan dari tali serat alami, selanjutnya kami akan membahas tentang kekurangan tali dari serat sintetis ( serat buatan ). Dan kekurangan-kekurangan tersebut tentunya juga perlu anda perhatikan sebagai pedoman anda sebelum membeli tali dari serat sintetis ini. Kekurangan dari tali sintetis diantaranya :
  • Karena terbuat dari serat buatan, bahan ini tidak terlalu kuat terhadap sinar matahari dan panas secara terus menerus.
  • Sebagian ada yang kaku sehingga tidak elastis.
  • Dapat meleleh jika mengalami gesekan secara terus-menerus.

Sumber artikel :

JENIS DAN TIPE ANYAMAN TALI - www.asmarines.com

JENIS DAN TIPE ANYAMAN TALI

Pada zaman dahulu, manusia menciptakan sebuah tali menggunakan akar-akaran dan serat tanaman yang dipintal atau dikepang dan dikencangkan menjadi bentuk tali yang kencang. Pada waktu itu manusia hanya membuat tali dengan satu teknik pembuatan / cara pembuatan yang sama.

Tetapi pada tahun 2800 Sebelum masehi, tali yang terbuat dari rami mulai digunakan di wilayah China yang kemudian teknik-teknik pembuatan tali pun mulai diciptakan dan menyebar keseluruh penjuru Asia, India dan Eropa, hingga keseluruh dunia seperti sekarang ini.

Dan jenis dan tipe dari anyaman tali tersebut diantaranya :
  • 3 Strand Twisted
Jenis dan Tipe anyaman tali jenis ini banyak digunakan pada hampir setiap jenis tali, seperti tali tampar / tali PE, Tali tambang, tali Nilon, dll.
  • 8 Strand Plaited
Jenis dan tipe anyaman tali ini banyak digunakan pada tlai kapal seperti tali PP Multi dan PP Mono, Tali Manila, dll
  • 12 Strand Plaited
Jenis dan tipe anyaman tali ini dimiliki oleh semua jenis tali, jika dibuat manual oleh manusia ataupun dengan mesin. Yang artinya semua jenis tali tidak akan memiliki anyaman tipe ini jika tidak dibuat secara manual yaitu menggabungkan beberapa tali menjadi 12 konstruksi anyaman agar memiliki nilai breaking load yang lebih tinggi. Anyaman tipe ini juga dapat digunakan pada wire rope, namun tetap dibuat secara manual dengan manusia ataupun dengan mesin.
  • 2 in 1 Double Braid
Jenis dan tipe anyaman tali ini biasa digunakan pada tali polyester dan kevlar yang memiliki karakteristik memiliki nilai breaking load yang tinggi. Jenis dan tipe anyaman tali seperti ini biasa digunakan untuk tali-tali pada keperluan Climbing ataupun rekreasi.
  • Parallel Braid Core
Jenis dan tipe anyaman tali ini terdiri dari anyaman tali dibagian dalamnya dan ditutup dengan anyaman padat diluarnya. Jenis dan tipe anyaman tali seperti ini biasa digunakan untuk tali-tali pada keperluan Climbing ataupun rekreasi.
  • Parallel Fiber Core
Jenis dan tipe anyaman tali ini terdiri dari kumpulan serat fiber dibagian dalam dan ditutup dengna anyaman yang pada diluarnya. Jenis dan tipe anyaman tali seperti ini biasa digunakan untuk tali-tali pada keperluan Climbing ataupun rekreasi.


Sumber artikel sebagian diambil dari :

CARA PEMBUATAN TALI - www.asmarines.com

CARA PEMBUATAN TALI

Tali adalah kumpulan lapisan linear, benang, helai yang bengkok yang dikepang bersama dalam rangka untuk menggabungkan mereka kedalam bentuk yang lebih besar dan lebih kuat. Tali memiliki kekuatan tarik sehingga dapat digunakan untuk menyeret dan mengangkat, tetapi terlalu flexibel untuk memberi tekanan / mendorong benda.

Mungkin kebanyakan dari anda sudah tau bagaimana bentuk dari sebuah tali, tetapi pernahkah anda berpikir bagaimana cara pembuatan tali itu sendiri? Mungkin saat ini sudah banyak mesin-mesin pabrik yang dapat membuat tali secara otomatis, tanpa perlu menggunakan tenaga manusia dalam pembuatannya.

Cara Pembuatan Tali dengan Mesin (1)

Cara Pembuatan Tali dengan Mesin (2)

Cara Pembuatan Tali dengan Mesin (3)

Cara Pembuatan Tali dengan Mesin (4)


Dari beberapa gambar diatas, kita dapat mengetahui bahwa dengan mesin pembuat tali ini, sebuah tali dapat dibuat dengan mudah dan otomatis. Tetapi bagaimana awal mula cara pembuatan tali ini dengan cara manual oleh tangan manusia?

Pada zaman dahulu manusia menggunakan akar-akaran dan serat tanaman sebagai bahan pembuat tali. Mereka mulai memilin dan mengepang beberapa utas akar-akaran ataupun serat tanaman tersebut hingga padat dan mengencang dan kemudian menjadi sebuah tali yang lebih panjang dan kuat. Arah pengepangan dari tali juga berlawanan dengan arah pengepangan dari untai-untai. Karena kekuatan-kekuatan yang saling berlawanan dalam pembuatan tali maka akan terjadi hambatan atau gesekan-gesekan yang menyebabkan serat-serat, benang-benang dan untai-untai berkumpul menjadi satu didalam tali.

Teknik-Cara-Pembuatan-Tali

Jenis arah kepangan tali terbagi dalam 2 jenis yaitu diantaranya :
  1. Pintalan ke kanan dan dimaksud bahwa untaian dari tali berputar ke arah kanan bilamana dilihat dari arah belakang tali ke depan. Juga dinamakan putaran Z (Z-twist).
  2. Pintalan ke kiri dan dimaksud bahwa untaian dari tali berputar ke arah kiri bila dilihat dari arah belakang tali ke depan jadi berlawanan dengan arah jarum jam. Juga dinamakan putaran S (S-twist).
arah-kepangan-pembuatan-tali


Sumber artikel :


TALI POLYESTER - www.asmarines.com

TALI POLYESTER

Tali polyester adalah tali yang terbuat dari bahan serat sintetis yang dinamakan polyester. Tali Polyester ini dianggap sebagian orang sebagai tali terbaik untuk digunakan sehari-hari. Tetapi hal tersebut bukanlah sebuah hal yang benar, karena memang terdapat tali-tali yang lebih baik atau lebih tangguh jika dibandingkan dengan Tali Polyester ini.

Jika tali ini dikatakan sebagai tali terbaik, tentunya dapat mengacu pada kegunaannya di Lapangan. Tali ini bisa dianggap sebagai tali terbaik jika digunakan pada pemakaian dirumah , alam terbuka dan elemen alam yang keras.

Beberapa aplikasi yang sering menggunakan Tali Polyester sebagai pilihan dalam membantu kinerja mereka di Lapangan adalah pada bidang :
  • Derek
  • Rigging
  • Dock
  • Blocking
  • Rumah Tangga



KARAKTERISTIK TALI POLYESTER

Tali polyester memiliki karakteristik tersendiri sehingga tali ini berbeda dengan tipe tali lainnya, dan karakteristik dari tali polyester ini diantaranya :
  • Mengapung didalam air, tetapi sedikit tenggelam didalam air.
  • Memiliki nilai breaking load yang hampir setara dengan tali nilon.
  • Tidak mudah meregang.
  • Menyerap air.
  • Memiliki kekuatan tarik yang sama ( tidak berkurang ) saat basah.
  • Tahan terhadap sinar UV, dengan titik leleh 240° C.
  • Tahan terhadap abrasi.
  • Bukan konduktor yang baik.
dari beberapa karakteristik yang telah kami jelaskan diatas, akan sedikit berhubungan dengan kelebihan dan kekurangan dari Tali Polyester ini sendiri.


KELEBIHAN TALI POLYESTER

Kelebihan dari Tali polyester diantaranya :

  • Tahan terhadap zat kimia.
  • Tahan terhadap sinar UV.
  • Memiliki kekuatan tarik yang hampir setara dengan tali nilon.
  • Kekuatan tarik dari tali polyester tidak berkurang saat basah.
  • Tidak melar.
  • Harga lebih terjangkau.

KEKURANGAN TALI POLYESTER

Kekurangan dari tali polyester diantaranya :
  • Lebih kaku dibandingkan dengan tali nilon.
  • Tidak mengambang diatas air, melainkan agak tenggelam.
  • Tidak tahan terhadap gesekan.

TALI NILON - www.asmarines.com

TALI NILON

Tali nilon adalah tali yang dibuat dari serat yang dinamakan dengan serat nilon. Nilon / Nylon adalah salah satu serat sintetis terkuat buatan manusia. Selain kuat, serat Nylon juga memiliki karakteristik tahan terhadap gesekan, elastis, mempunyai kemampuan untuk menerima gentakan / hentakan yang tinggi ( good shock absorber ) sehingga tali yang terbuat dari bahan Nylon ini ideal untuk aplikasi beban hidup ( live load ) seperti menambat kapal ( mooring lines ), menarik ( towing lines ), mengikat jangkar ( Anchor line ), pengaman ( shock lines ), dan lainnya.

Tali Nilon


SEJARAH DIBUATNYA TALI NILON

Serat nilon pertama kali diciptakan oleh seorang ahli kimia Amerika bernama Wallace Hume Carothes saat dia bekerja sebagai kepala riset disebuah perusahaan di Amerika Serikat bernama Dupont pada tahun 1935.

Wallace Hume Carothers - Penemu serat nilon pertama


Awal Mulanya  serat nilon banyak digunakan unuk membuat sikat gigi, stocking, benang, kain, rajutan, dan perang dunia ke 2 tahun 1941. Setelah ditelaah karena karakteristiknya yang kuat, tahan gesek dan elastis, akhirnya nilon mulai diproduksi untuk pembuatan tali. Tali nilon ini banyak digunakan pada industri :

  • Otomotif
  • Tambang
  • Oil & Gas
  • Logging
  • Perikanan
  • Crane
  • Konstruksi
  • dan Bongkar muat.

KELEBIHAN TALI NILON

Tali nilon memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki tali jenis lain yaitu diantaranya :
  • Memiliki ketahanan terhadap sinar UV
  • Tahan terhadap zat kimia
  • Tak dapat busuk dan tidak dapat pula berjamur.
  • Tahan terhadap abrasi
  • Tingkat keelastisitan hingga 40% dr ukuran aslinya ( lebih sering 15 - 25 % )

KEKURANGAN TALI NILON

Setelah berbicara tentang kelebihan, maka selanjutnya kami akan membahas tentang kekurangan dari Tali nilon ini yang diantaranya adalah :
  • Tenggelam dalam air.
  • Jika terkena bahan kimia berbahaya akan memanas dan meleleh.
  • Tidak sesuai untuk aplikasi Rigging karena tingkat elastisitasnya.
  • Nilon dapat kehilangan kekuatannya saat basah, terkadang sebanyak 20 %.
  • Jika digunakan berulang kali ( diayunkan pada kekuatan breaking load maksimalnya ), tali ini akan menghasilkan panas yang menyebabkan menurunnya kinerja dari Tali ini.

Sumber Artikel :

TALI POLYPROPYLENE - www.asmarines.com

TALI POLYPROPYLENE

Tali Polypropylene atau dapat anda sebut juga dengan tali PP yaitu tali yang dibuat dari serat sintetis yang disebut polypropylene. Tali ini sangat kuat sehingga sangat cocok untuk digunakan pada aplikasi Angkat dan Tarik. Tali ini juga sangat sesuai untuk digunakan disekitar air dan tidak akan membusuk karena air serta tahan terhadap lumut. Tali ini dibagi menjadi 2 jenis yaitu diantaranya :

  • Tali PP Monofilament
  • Tali PP Multifilament.
Tali PP Monofilament memiliki ukuran serat yang lebih besar, sedangkan tali PP multifilament memiliki ukuran serat yang lebih kecil.
Secara fisik Tali PP Mono memiliki permukaan yang lebih kasar karena memang ukuran serat dari tali ini lebih besar, sedangkan tali PP multi saat dipegang memiliki permukaan yang lebih halus.

Karena sangat cocok digunakan pada aplikasi disekitar air, tali ini banyak digunakan orang-orang pada industri :
  • Perkapalan
  • Perikanan
  • Hiburan ( Kolam Renang )
selain digunakan pada aplikasi disekitar air, tali ini juga digunakan pada aplikasi didarat seperti :
  • Penghalang di Lapangan Golf
  • Penghias Taman
  • Pembangkit Listrik

PROSES PRODUKSI TALI POLYPROPYLENE

Proses produksi tali Polypropylene ini adalah :
  • Biji plastik polypropylene diekstrusi sehingga menghasilkan serat / filament.
  • Filament dipilin menjadi strand.
  • Strand dipilin kembali sehingga menjadi tali.
Proses terakhir tersebut dapat dijadikan kedalam beberapa tipe anyaman / konstruksi tali, tergantung jenis tali yang akan dibuat nantinya.

Proses Produksi Tali Polypropylene1

Proses Produksi Tali Polypropylene2

Proses Produksi Tali Polypropylene3

Proses Produksi Tali Polypropylene



KELEBIHAN TALI POLYPROPYLENE

Kelebihan yang dimiliki tali yang terbuat dari serat sintetis polypropylene ini diantaranya :
  • Mengapung diatas air.
  • Harga lebih terjangkau.
  • Tahan terhadap bahan kimia.
  • Tahan terhadap abrasi.
  • Tidak menyerap air.
  • Breaking load tali ini tidak berkurang saat berapa didalam air.

KEKURANGAN TALI POLYPROPYLENE

Jika berbicara tentang kelebihan, tentunya sebuah benda memiliki kekurangan. Kekurangan yang dimiliki tali PP / Polypropylene diantaranya adalah :
  • Tidak tahan terhadap sinar UV.
  • Lebih kaku, sehingga tidak terlalu elastis.
  • Nilai breaking load yang tidak terlalu besar.
  • Tidak meregang saat ditarik.

Sumber Artikel :

JENIS MATERIAL TALI - www.asmarines.com

JENIS MATERIAL TALI

Untuk memudahkan pekerjaan manusia, teknologi demi teknologi diciptakan manusia yang tidak lain adalah untuk mempermudah manusia dalam melakukan segala aktifitasnya baik dalam dunia pekerjaan maupun kehidupannya sehari-hari.

Tali demi tali diciptakan manusia berbeda-beda untuk memudahkan segala kehidupan manusia di berbagai aspek. Tapi apa sajakah jenis-jenis tali tersebut jika dilihat dari jenis materialnya :
  1. Tali Tumbuhan & Hewan
  2. Tali Serat Sintetis
  3. Tali Baja

1. JENIS TALI TUMBUHAN & HEWAN


Jenis tali yang pertama adalah jenis tali dari tumbuhan dan hewan. Jenis tali ini terbuat dari material serat-serat tumbuhan dan juga bulu dan hasil hewan. Kedua jenis tali ini memiliki harga jual yang berbeda, karena memang materialnya yang sulit dicari dan juga melalui proses pembuatan yang sedikit lama.

JENIS TALI TUMBUHAN

Jenis-Tali-dari-Serat-Tumbuhan

Yang pertama akan kami jelaskan adalah Jenis Tali dari material serat tumbuhan. Tali ini terbuat dari serat-serat tumbuhan alami yang dapat anda temukan diseluruh belahan dunia. Contoh sebagian dari jenis tali yang terbuat dari serat-serat tumbuhan ini diantaranya : Tali dari serat ganja, tali manila, tali rami, tali katun, tali sabut kelapa, dll.

JENIS TALI HEWAN

Jenis-Tali-dari-Hewan

Yang kedua adalah jenis tali dari material bulu hewan dan hasil produksinya. Tali jenis ini biasa digunakan untuk hiasan dan juga pembuatan baju karena jenis tali ini tidak memiliki kekuatan tarik maupun kekuatan angkat sama sekali. Contoh dari jenis tali yang terbuat dari bulu hewan dan produksinya yaitu : Tali Benang Wol, Tali Bulu Ayam, Tali Sutera, dll.


2. JENIS TALI SERAT SINTETIS

Jenis tali yang kedua adalah jenis tali dari serat sintetis, yang artinya tali ini terbuat dari serat buatan manusia yang disebut serat sintetis. Dan yang termasuk kedalam jenis tali serat sintetis ini diantaranya :

  • Tali PP / Polypropylene, yaitu tali yang dibuat dari serat yang dinamakan serat polypropylene.
  • Tali Nilon, yaitu tali yang dibuat dari serat yang dinamakan serat nilon.
  • Tali Polyester, yaitu tali yang dibuat dari serat yang dinamakan serat polyester.
  • Tali PE / Polyethylene, yaitu tali yang dibuat dari serat Polyethylene.
  • Tali Kevlar, yaitu tali yang dibuat dari serat kevlar.
Jenis-Tali-dari-Serat-Sintetis



3. JENIS TALI BAJA

Jenis tali yang terakhir yaitu jenis tali yang dinamakan tali baja. Karena terbuat dari tali baja, tentunya tali ini memiliki kekuatan angkat yang sangat besar. Secara umum tali baja sering disebut dengan wire rope, dan setiap wire rope memiliki konstruksi yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dari aplikasinya di Lapangan.

Jenis-Tali-Baja


Sumber artikel :

SEJARAH TALI - www.asmarines.com

SEJARAH TALI

Tali adalah sebuah kumpulan dari beberapa lapisan linear, benang ataupun helai yang bengkok yang dikepang bersama dalam rangka untuk menggabungkan beberapa lapisan / helai tersebut kedalam bentuk yang lebih besar dan lebih kuat. Tali memiliki kekuatan tarik sehingga dapat digunakan untuk menarik dan juga mengangkat barang.

SEJARAH AWAL MULA DIBUATNYA TALI

Pada jaman dahulu, tali dibuat dari akar-akaran dan juga serat tanaman seperti serat pohon kurma, linen, rerumputan, papyrus, kulit dan juga bulu-bulu binatang. Namun seiring perkembangan jaman, manusia mengembangkan tali-tali sederhana tersebut dengan menggunakan beberapa utas serat serta memilinnya agar menyatu.

Sejarah pembuatan Tali


Teknologi pembuatan tali diperkirakan sudah dikenal manusia sejak sekitar 28.000 tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan penemuan bentuk tali yang tercetak pada lempung yang terbakar yang ditemukan di benua Eropa. Sedangkan tali tertua ditemukan berupa fosil berdiameter 7 mm disalah satu gua di Lascaux, Perancis. Fosil tersebut diperkirakan berasal dari peradaban manusia yang hidup belasan ribu tahun yang lalu.


SEJARAH DICIPTAKAN ALAT PEMBUAT TALI

Bangsa yang pertama kali menemukan alat khusus untuk membuat tali, kemungkinan besar adalah bangsa Mesir kuno, pada sekitar 3500 tahun sebelum Masehi. Mereka menggunakan suatu gelondong ( Spindle ) untuk membantu dalam membuat tali. Read more >>

Sejarah pembuatan Tali di Mesir


Sekitar tahun 2800 sebelum Masehi, tali yang terbuat dari rami mulai digunakan di Wilayah Cina, yang kemudian teknik-teknik pembuatan tali mulai menyebar keseluruh Asia, India, dan Eropa selama beberapa ribu tahun selanjutnya.

Pada masa abad pertengahan ( sekitar abad 13 - 18 M ) bidang pelayaran dan industri di wilayah Eropa sedang berkembang pesat. Kapal-kapal mulai memerlukan tali yang panjang sebagai pengait jangkar dan juga pengikat layar. Yang akhirnya sampai saat ini kegunaan tali pada industri perkapalan semakin bervarias dan berkembang pesat.

Sumber Artikel :

JUAL CONNECTING LINK CROSBY - www.asmarines.com

JUAL CONNECTING LINK CROSBY - www.asmarines.com

Kami PT. Anugrah Sukses Marine adalah perusahaan distributor dan impoter resmi produk Crosby Group Amerika. Produk Crosby yang kami jual merupakan produk asli  dan dapat kami jamin keasliannya dan setiap produk Crosby yang kami jual disertai dengan sertifikat asli dan PIC code disetiap produknya. kami juga menyediakan alat test untuk menguji kekuatan dari produk Crosby  yang kami jual dan untuk mengetahui keaslian dari produk Crosby.

Sebagai distributor resmi produk Crosby Group di Indonesia, kami menyediakan produk Crosby terlengkap untuk melayani berbagai macam kebutuhan user Rigging diseluruh Indonesia. dan untuk menjaga kualitasn dan ketahanan daripada produk Crosby yang kami jual, kami juga memiliki gudang yang cukup besar untuk menyimpan produk-produk yang kami jual agar terhindar dari panas dan hujan sehingga kualitas dan mutu daripada produk-produk kami terjaga.


Berikut Connecting Link Crosby yang kami jual :



  • Connecting Link Crosby A-1337




    Connecting Link Crosby tipe A-1337 terbuat dari bahan Baja Alloy yang memiliki karakteristik sangat kuat. Connecting Link Crosby tipe ini sangat cocok digunakan untuk aplikasi Lifting (angkat) dan Towing (tarik). Penggunaanya pun cocok untuk dipasangkan pada rantai baja grade 80 dan grade 100, Karena memang rantai dengan grade tersebut adalah rantai yang digunakanuntuk aplikasi berat seperting Lifting (angkat) dan Towing (tarik)

Sumber:

Jika anda membutuhkan Hammerlock atau Connecting Link Crosby tipe A-1337, segera hubungi Marketing Staff kami di 021-691 9595 atau untuk mengetahui berbagai alat Rigging, Lifting, dan Towing lainnya kunjungi website kami di www.asmarines.com karena kami adalah perusahaan distributor dan importer resmi alat - alat kapal dan alat - alat angkat di Indonesia.